5 Kejadian Dunia yang Dikaitkan dengan Kiamat, Kok Bisa?

oleh -24 Dilihat
oleh

Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya perang destruktif antar negara menimbulkan berbagai prediksi mengenai akhir dunia.

Pada hari Selasa, 9 Januari 2023, BBC melaporkan bahwa para ilmuwan telah menemukan bahwa “Jam Kiamat” telah bergerak 90 detik sebelum tengah malam, jarak terdekat manusia dengan kiamat.

Hal ini tentu saja disebabkan oleh fakta bahwa Rusia, yang mengizinkan penggunaan senjata nuklir, sedang menginvasi Ukraina. Berikut rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan ketakutan akan kehancuran dunia. Perang Rusia-Ukraina

Sebelum perang Israel dan Hamas yang memakan korban puluhan ribu jiwa, perang Ukraina-Rusia sempat menggemparkan dunia.

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari tahun lalu menimbulkan spekulasi bahwa Perang Dunia III akan dimulai. Ada rumor bahwa senjata nuklir digunakan sebagai senjata mematikan yang dapat memusnahkan penduduk di wilayah tersebut.

Seperti dikutip Eurasia Review, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) semakin menunjukkan posisi AS sebagai badan non-penasihat dalam perang Rusia-Ukraina, sehingga memperkuat bukti adanya bencana nuklir.2. Invasi Israel ke Palestina

Banyak orang Kristen percaya bahwa pertumpahan darah di Israel adalah tanda kedatangan Mesias atau Yesus Kristus yang kedua kali. Israel menjadi pusat eskatologi injili empat abad lalu di wilayah tertentu yang memiliki tanda-tanda akhir zaman.

Mengutip Japan Times, salah satu bagian Perjanjian Lama mengacu pada nubuatan nabi Yesaya bahwa Tuhan akan mengibarkan panji bagi bangsa-bangsa, mengumpulkan orang-orang Israel yang diasingkan, dan mengumpulkan orang-orang Yehuda yang tercerai-berai dari empat penjuru. di dunia.

Perang di Gaza merupakan pertanda akan segera tibanya hari kiamat, hal ini tercermin dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW dalam akidah Islam.

Nabi kita bersabda kepada kita bahwa peperangan kaum Muslim melawan kaum Yahudi, salah satu kelompok utama pengikut Dajjal (mesias palsu), yang merupakan satu-satunya pendukung kebenaran, merupakan tanda besar akan segera tibanya Hari Kiamat. Pertimbangan. Persaingan memperebutkan takhta Arab Saudi

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi dilanda perebutan kekuasaan di dalam kerajaan tersebut. Konflik telah meletus di Kerajaan Arab Saudi sebelum Putra Mahkota Mohammed bin Salman naik takhta. Menurut beberapa sumber, Mbs ingin mengurung sepupunya Mohammed bin Nayef demi mengambil gelar putra mahkota.

Mbs telah mengambil sejumlah langkah kontroversial untuk menegaskan posisi dan kekuasaannya di Kerajaan Arab Saudi.

Menurut Al Jazeera, pada Maret 2020, terdapat laporan penahanan pejabat tinggi dan petinggi Kerajaan Arab Saudi akibat upaya kudeta di istana kerajaan.

Banyak orang mengasosiasikan perebutan kekuasaan ini dengan tanda-tanda akhir zaman. Hipotesis ini bersumber dari sebuah hadis Nabi Muhammad SAW. Namun beberapa pengamat lain menilai anggapan yang tersebar di masyarakat tersebut hanyalah mitos belaka. Wahyu di Guyana

Apokaliptisisme pertama kali mengejutkan dunia pada tahun 1978, ketika sekitar 900 pengikut Kuil Peops melakukan bunuh diri di hutan terpencil di Guyana.

Aliran sesat ini dipimpin oleh Jim Jones dari Amerika Serikat, yang menjanjikan para pengikutnya sebuah utopia di hutan Amerika Selatan, Britannica melaporkan.

Jones melihat dirinya sebagai penyelamat, atau mesias, dari Temple People, sebuah kelompok evangelis yang berbasis di San Francisco.

Umat ​​kuil memadukan unsur Kristen, Sosialisme, Komunisme, dan gaya hidup antar ras dalam ajarannya. Kelompok ini bermigrasi dari California ke daerah terpencil di Guyana.

Jones mampu menghasut pengikutnya untuk menggunakan narkoba, menjadi budak seks, dan bekerja tanpa batas waktu.

Anggota Kongres AS Leo Ryan, yang mencoba mencapai lokasi Masjid Rakyat, akhirnya dibunuh oleh anak buah Jones.5. Para pejabat Kamboja memperkirakan kehancuran akan terjadi

Khem Veasna, pemimpin Partai Liga untuk Demokrasi dan mantan anggota parlemen Kamboja, memperkirakan akhir dari krisis ini akan segera terjadi.

Veasna memperkirakan krisis banjir akan terjadi pada 31 Agustus 2022 dan akan memakan banyak korban jiwa. Berdasarkan asumsi ini, 20.000 orang percaya di Kamboja meninggalkan rumah mereka.

Pada minggu terakhir bulan Agustus, sekitar 20.000 warga Kamboja berkumpul di sebuah peternakan di Siam Reap, menurut laporan Southeast Asia Globe.

Beberapa pengikut Veasna berada di diaspora Kamboja yang bekerja di luar negeri di Korea Selatan, Thailand, dan Jepang. Pasukan keamanan Kamboja akhirnya terpaksa mengisolasi atau mengurung 20.000 warganya. Situasi di Laut Merah memanas, namun kapal Indonesia bisa melintas. INFOKUTIM.COM.co.id 27 Januari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *