5 Pahlawan Nasional yang Piawai Berdebat, Bung Karno hingga Tan Malaka

oleh -31 Dilihat
oleh

JAKARTA adalah daftar pahlawan Indonesia yang dikenal sebagai ahli debat. Meski berdebat bukan merupakan budaya Indonesia, namun perlahan tapi pasti budaya berdebat mulai terjadi di negara-negara demokrasi, termasuk Indonesia yang pada Pilpres 2024 juga menggunakan debat sebagai sarana penilaian kualitas calon pemimpin (baik presiden maupun pemimpin). calon wakil presiden).

Meski berdebat bukan merupakan budaya asli Indonesia, namun bukan berarti tradisi berdebat tidak berakar di tanah air. Beberapa pahlawan nasional seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Tan Malaka telah lama dikenal sebagai pendebat yang piawai. Untuk membahas akar permasalahan perdebatan pahlawan nasional, artikel kali ini akan mengulas daftar pahlawan nasional yang dikenal ahli dalam perdebatan tersebut. Lihat!

5 Pahlawan Indonesia yang dikenal ahli debat

1. Kemacetan lalu lintas Carnot

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bung Karno tidak hanya seorang orator yang piawai, namun juga dikenal sebagai seorang pendebat yang piawai. Salah satu kisah kepiawaian berdebat seorang pendakwah Indonesia diceritakan ketika ia berdebat dengan Tanu Malaka menentang kemerdekaan.

Kisah perdebatan antara Presiden Sukarno dan Tan Malaka di Bayah, Banten terungkap setelah 20 tahun pengasingan dan pengusiran Tan Malaka. Ia kembali ke Indonesia pada tahun 1942.

Presiden Sukarno atau Bung Karno mengagumi pemikiran politik Tan Malaka. Oleh karena itu, Bungu Karno selalu tertarik untuk bertemu dengan Tanu Malaka. pada bulan Juni 1943, Bung Karno pertama kali bertemu Tan Malaka di Kecamatan Baya, Banten Selatan.

Dalam pertemuannya dengan Tan Malaka, Bung Karno berkesempatan bertanya kepada Tan Malaka tentang pemikirannya tentang Indonesia merdeka, khususnya isi buku Aksi Massa karya Tan. Saat berdiskusi dengan Bung Carnot, Tan langsung menjawab semua pertanyaan.

Beberapa menit kemudian, kedua pahlawan nasional tersebut mulai berdiskusi secara dialogis, saling menggali pemikiran dan konsep mengenai kemerdekaan Indonesia di masa depan.

2.Bung Hatta

Kisah pengalaman berdebat Bung Hatta dan Bung Karno salah satunya terjadi saat mereka dan sejumlah tokoh nasional lainnya membahas Tanah Papua dalam rapat BPUPKI tahun 1945. 10-11 Juli

Dalam pembahasan BPUPKI tentang Papua, dua orang yakni Kahar Muzzakar dan Muh Yamin sepakat untuk memasukkan tanah Papua ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurut Hatta, dirinya tak setuju dengan gagasan kedua rekannya tersebut.

Hatta, jika kesamaan etnis menjadi alasan Papua bergabung dengan NKRI, ia lebih memilih Kalimantan Utara (sekarang Brunei) dimasukkan ke dalam wilayah NKRI dibandingkan Papua.

Orang Hattai Papua termasuk dalam keluarga Melanesia dan berbeda dengan orang Melayu. Bagi Hatta, ia ingin menyerahkan persoalan masa depan Papua kepada masyarakat Papua sendiri, atau membiarkan Jepang yang memutuskan. Ide Hatta kemudian mendapat tentangan dari Bunga Karno sehingga memicu perdebatan sengit.

3. Sutan Syahrir

Pertanyaan tentang kemampuan berdebat Sutan Sjahrir dapat ditelusuri kembali ke banyak perundingan pasca kemerdekaan antara Indonesia dan Belanda. Setelah kemerdekaan, Sutan Sjahrir dikenal sebagai pemimpin perjuangan diplomasi di Indonesia. Julukan tersebut ia terima atas kontribusinya yang sangat besar terhadap keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia di dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *