Ada Paslon Bikin Iklan Pakai Artificial Intelligence, Ini Reaksi Wamenkominfo

oleh -25 Dilihat
oleh

Dilansir reporter INFOKUTIM.COM.com Endrapta Pramudhiaz

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menanggapi iklan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) yang menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Nezar mengatakan, dari segi pengawasan, Kominfo sudah melimpahkan hal tersebut ke Bawaslu dan KPU. Ia mengatakan Kominfo tidak masuk ke ranah tersebut.

Namun yang dimaksud Kominfo adalah peramalan hulu atau dalam proses.

Ia mengatakan, pengembang atau pengguna aplikasi kecerdasan buatan diharapkan dapat menerapkan prinsip transparansi.

Sebab jika masuk ke ranah publik, apalagi untuk menyampaikan pesan tertentu atau tampil sebagai iklan atau hiburan, bisa berpotensi menimbulkan misinformasi.

Jadi sebaiknya dia memberi label bahwa karya video, audio, atau gambar itu diproduksi oleh AI, agar masyarakat tidak tertipu, kata Nezar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Jika diberi label seperti itu, Nezar mengatakan masyarakat akan langsung tahu bahwa itu adalah karya kecerdasan buatan, sehingga bisa lebih dipahami.

Masyarakat juga dapat menyikapi secara kritis informasi yang terdapat di dalamnya.

“Saya kira di zaman dimana teknologi AI diterapkan begitu intensif, yang terpenting adalah keluarga kita bisa mempertajam pemikiran kritis mereka dengan melihat semua produk yang dibuat dengan kecerdasan buatan,” kata Nezar.

Sebelumnya beredar sebuah video yang memperlihatkan beberapa anak di dalamnya. Anak-anak tampak tersenyum sambil memegang segelas susu.

Dalam klip lainnya, terlihat makanan disajikan di depan anak-anak yang tersenyum dalam gambar.

Menjelang akhir video muncul tulisan “Generasi Senior Indonesia” dan di sebelahnya juga terdapat gambar animasi mirip salah satu calon presiden pada Pilpres 2024.

Video kemudian ditutup dengan tulisan “Prabowo Gibran 2024 Bersama Indonesia Maju”. Sanggahan TKN

Manajer Tim Komunikasi Kelompok Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, angkat bicara soal laporan ke Bawaslu RI atas dugaan pelanggaran aturan kampanye.

Komunitas Radar Republik Indonesia diketahui pernah memberitakan penempatan iklan politik yang menampilkan anak-anak di salah satu stasiun TV nasional.

“Tidak ada anak-anak yang terlibat dalam pembuatan video promosi tersebut. “Ini hanya tentang pembuatan AI atau text-to-image yang dihasilkan AI,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Bodhisatrio mengatakan, pihaknya berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan yang ada.

Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dalam Pasal 1 angka 1 dijelaskan, anak adalah seseorang yang belum berumur 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Dalam iklan ini tidak ada anak dari segi fisik dan identitasnya. Tidak ada pelaku anak,” dia menjelaskan.

Politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan, TKN patuh dalam menjalankan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang mengatur bahwa anak di bawah umur tidak diperbolehkan mengikuti kampanye atau kegiatan politik.

“Apa yang diciptakan oleh kecerdasan buatan adalah masa depan. Masa dimana anak dapat makan dan minum susu secara gratis serta diberikan gizi yang cukup. “Tidak ada anak-anak yang terlibat dalam kegiatan kampanye atau kampanye,” jelasnya.

Meski demikian, Budisatrio juga memahami masih ada pihak yang belum memahami perkembangan teknologi saat ini.

“Tim produksi kreatif dan periklanan kami didominasi oleh anak muda Indonesia yang sangat paham dengan perkembangan teknologi terkini. Teknologi yang digunakan mampu menciptakan animasi yang terlihat realistis. Jadi kalau ada kesalahpahaman bisa kita maklumi,” ujarnya.

Terkait permasalahan hukum, TCN merujuk permasalahan tersebut ke proses peradilan pemilu terkait.

“Kalau ada teman-teman yang keberatan tentu dipersilahkan melaporkannya ke pihak yang berwajib, misalnya Bawaslu. Namun kami berharap kampanye kami tidak kembali ke pemikiran masa lalu. Masa depan ada di sini, dan pada tahun 2024 berada di bawah tim kampanye Prabowo-Gibran. Kami bangga menjadi pasangan kandidat pertama yang menggunakan 100% teknologi ini untuk iklan TV kami. “Perkembangan yang besar,” kata Budishatrio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *