Anggota DPR Ramai-ramai Desak Pemerintah Hentikan Kegiatan Operasional Smelter PT ITSS di Morowali

oleh -36 Dilihat
oleh

Wartawan INFOKUTIM.COM.com, Ismoyo melaporkan

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eddy Soeparno meminta pengerjaan pabrik pengolahan nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) dihentikan.

Permasalahan ini bertambah pasca terjadinya ledakan dan kebakaran di pabrik pada Minggu (24/12/2023) pagi.

Pelepasan ini, lanjut Eddy, harus dilakukan ITSS hingga hasil laporan peninjauan kembali keluar.

Dia meminta penegak hukum melakukan investigasi penyebab permasalahan tersebut, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sumber Daya Manusia.

Diketahui, kecelakaan tersebut bermula dari kecelakaan yang diketahui oleh beberapa pekerja saat memperbaiki tungku dan memasang lembaran ke dalam tungku.

ITSS sendiri merupakan salah satu tenant yang beroperasi di Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

“Saya atas nama ITSS meminta agar selama proses penyidikan ini terus berjalan, aktivitas kerja dihentikan sementara sampai hasil uji materiil keluar,” kata Eddy kepada INFOKUTIM.COM, Rabu (27/12/2023).

“Ini untuk melihat apakah ada permasalahan lain yang perlu diselesaikan,” lanjutnya.

Saat ini, Eddy meminta pemerintah mengawasi penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (H3) di pabrik pengolahan mineral atau smelter.

Eddy tak ingin kejadian fatal seperti itu terulang kembali di kemudian hari.

“Kami juga meminta pemerintah melakukan audit terhadap smelter ITSS dan seluruh smelter untuk mengetahui bagaimana program K3 diterapkan di setiap smelter,” kata Eddy.

Mengingat kecelakaan yang terjadi di smelter ITSS merupakan pelanggaran kesehatan dan keselamatan kerja, tutupnya.

Sudah beberapa anggota VII. komisi tersebut menyerukan diakhirinya operasi penambangan ITSS.

Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar meminta ITSS) menghentikan sebagian aktivitas produksi nikel.

Hal ini akan memudahkan polisi mengusut ledakan besar yang terjadi di perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP).

Menurut dia, penghentian sementara ini untuk menjamin keselamatan operasional pabrik nikel terhadap kejadian serupa di kemudian hari.

“Selagi penyelidikan terus dilakukan, operasional PT IMIP harus dihentikan,” ujarnya dalam keterangan kepada media, Senin (25/12/2023).

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, meminta agar seluruh smelter dicermati secara cermat karena kecelakaan industri yang mengakibatkan kematian semakin sering terjadi.

Hal ini terjadi sebagai respons terhadap ledakan di smelter PT. Baja Tsingshan Indonesia.

Mulyanto mensyaratkan agar audit dilakukan secara profesional, penuh pertimbangan dan menyeluruh dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja.

“Jangan sampai pemerintah mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan kerja di perusahaan-perusahaan tersebut karena alasan politik,” kata Mulyanto di Jakarta, Rabu (28/12/2023).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah harus memberlakukan moratorium terhadap seluruh aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan China di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *