BI Ungkap 5 Jurus Jaga Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi RI

oleh -70 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta Bank Indonesia (BI) menyatakan terus menempuh kebijakan makroprudensial untuk mendukung pinjaman/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga. Diharapkan dapat menjadi landasan bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Presiden Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan percepatan digitalisasi sistem pembayaran terus mendukung pertumbuhan volume transaksi dan perluasan partisipasi digital ekonomi-keuangan, termasuk digitalisasi transaksi keuangan pemerintah pusat dan daerah.

Perry Varjio menjelaskan, terdapat 5 langkah penguatan kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. “Stabilisasi rupiah melalui transaksi spot di pasar valuta asing (primer), domestic non-deliverable forward (DNDFs), dan intervensi pasar sekunder obligasi negara (SBN),” jelas Perry Warjio pada edisi Desember 2023. Dikutip dari RDG konferensi pers, Kamis (21/12/2023). Aktivitas moneter

Langkah kedua adalah memperkuat strategi kebijakan moneter yang mendukung pasar untuk efektivitas kebijakan moneter, seperti optimalisasi Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI), Surat Berharga Asing Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Bank Indonesia Valas (SUVBI). ). )..

Kemudian, dengan fokus pada suku bunga per sektor ekonomi, kami memperkuat kebijakan transparansi Suku Bunga Kredit Utama (BIR).

Kemudian, langkah keempat adalah memperluas kerja sama antar negara untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, meningkatkan volume transaksi, dan mendorong inklusi Ekonomi Keuangan Digital (EKD).

Langkah tersebut dicapai dengan memperluas implementasi QRIS; Menetapkan target penggunaan QRIS sebanyak 55 juta pengguna pada tahun 2024; Menargetkan volume transaksi QRIS sebesar 2,5 miliar transaksi pada tahun 2024; memperkuat strategi implementasi QRIS antar negara untuk mempercepat penerimaan transaksi;

Sekaligus memperkuat implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen Pemerintah dengan mengembangkan fungsi pembayaran online KKI, serta memperluas sosialisasi, pengaturan dan pengawasan yang lebih intensif;

“(Kelima) memperluas kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra, khususnya melalui QRIS lintas negara dan Transaksi Mata Uang Nasional (LCT), serta dukungan investasi, perdagangan, dan pariwisata pada sektor prioritas kerja sama dengan lembaga terkait. adalah untuk menunjukkan lembaga-lembaga,” jelas Gubernur BI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *