Cegah Gangguan Ginjal Akut Misterius, Masyarakat Diminta untuk Tidak Menyimpan Obat Sirup di Rumah

oleh -34 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM – Kementerian Kesehatan atau Kementerian Kesehatan untuk sementara waktu melarang masyarakat mengonsumsi dan menyimpan obat sirup di rumah. Larangan tersebut dilakukan menyusul ditemukannya ratusan anak di Indonesia menderita gangguan ginjal akut atau gagal ginjal akut yang misterius.

Larangan tersebut diterapkan hingga Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan pemangku kepentingan lainnya menemukan penyebab gangguan ginjal akut yang dialami 189 anak pada 18 Oktober 2022.

Benar (berhenti minum obat sirup di rumah). Lebih baik begitu, sampai semua penyelidikan epidemiologi kita selesai, kata Plt. Direktur Pelayanan Rujukan Kesehatan dr. Yanti Herman, MH. Kasusnya pada awak media, Rabu (19/10/2022). Gagal ginjal akut pada anak (Getty Images)

Gagal ginjal akut adalah suatu kondisi dimana ginjal tidak mampu mengeluarkan zat beracun dan kelebihan cairan serta menyeimbangkan air dan elektrolit secara optimal.

Umumnya ginjal menyaring produk limbah dalam tubuh dan mengeluarkannya melalui urin atau urin.

Tidak hanya dilarang melakukan stok obat sirup di rumah, melalui surat edaran atau SE Nomor SR.01.05/III/3461/2022, apotek juga untuk sementara dilarang menjual obat sirup secara cuma-cuma kepada masyarakat untuk penyakit apa pun.

“Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata kementerian. SE Kesehatan diterima INFOKUTIM.COM, Rabu (19/10/2022). Ilustrasi Sirup Medis (dokumen oleh Envato Elements)

Dr Yanti menambahkan, daripada meminum obat batuk, masyarakat disarankan meminum obat yang dihaluskan dan dituangkan ke dalam air. Termasuk tenaga kesehatan seperti dokter yang dilarang meresepkan sirup untuk pasiennya.

“Petugas kesehatan disarankan untuk mencampurkannya dan tidak memberikan sirup,” pungkas dr. Yanti.

Kementerian Kesehatan telah melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia selama dua bulan terakhir, yang menyerang anak-anak berusia enam bulan hingga 18 tahun.

Sejauh ini, total 189 kasus gagal ginjal akut telah dilaporkan, dan sebagian besar penderitanya berusia antara satu hingga lima tahun.

Hingga 18 Oktober 2022, telah dilaporkan 189 kasus, sebagian besar terjadi pada anak-anak berusia satu hingga lima tahun, kata dr. Yanti, Selasa 8 Oktober 2022.

Para orang tua diimbau untuk tidak panik dan selalu mewaspadai masalah ginjal anak dengan memantau status kesehatan dan memenuhi kebutuhan cairan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *