Cegah Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak, Masyarakat Diminta Paling Lambat Beli Tiket H-1

oleh -31 Dilihat
oleh

Laporan jurnalis INFOKUTIM.COM.com, Ismoyo

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhab) Budi Karya Sumadi mengimbau calon penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan kapal di Pelabuhan Banten untuk membeli tiket paling lambat 1 hari setelah pemberangkatan.

Menurut Menteri Perhubungan Budi, hal itu harus dilakukan sedemikian rupa sehingga penumpang tidak mengalami kemacetan berlebihan di kawasan pelabuhan Merak.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator jasa angkutan penyeberangan di kawasan pelabuhan Merak memberlakukan pembatasan aksesibilitas pada pembelian tiket online Ferizy untuk mengurangi kemacetan kendaraan di pelabuhan.

Ketentuan aturan ini berdasarkan surat AP.406/1/5/DJPD/2023 Direktur Jenderal Humas tentang penyelenggaraan pelayanan tiket elektronik di sekitar pelabuhan agar pemesanan tiket penyeberangan dapat dilakukan dalam radius maksimal. . 5 km dari pelabuhan.

Peraturan ini diterapkan di 4 pelabuhan utama ASDP: Merak, Bakaheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Diketahui, Menteri Perhubungan Budi pada Sabtu (23/12/2023) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak, Banten, dan rapat koordinasi meninjau alur repatriasi pada libur Natal 2023 dan libur Tahun Baru 2024.

Dalam kunjungan tersebut, Menhub didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Efendi untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan dan bangunan pendukung di lapangan.

Pembatasan radius ini sudah dilakukan dan kami berharap tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa, kata Budi Karya dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (24/12/2023).

“Kami mohon kepada pengguna jasa untuk bekerjasama dalam pembelian tiket paling lambat pada hari pertama setelah pemberangkatan, agar lalu lintas di pelabuhan dapat berjalan lancar,” lanjutnya.

Dalam keterangan yang sama, General Manager ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadevi mengatakan penerapan milisi membuahkan hasil yang baik, dimana hanya 1,25 persen penumpang yang tidak memiliki tiket sehingga mengurangi kemacetan kendaraan.

Data menunjukkan, hanya 1,25 persen atau 130 kendaraan dari total 10.255 kendaraan campuran yang terdaftar di Pelabuhan Merak pada 21 Desember 2023 tanpa tiket, dimana 122 kendaraan mendominasi.

Sebaliknya, data pelabuhan Bakauhen mencatat 1,43 persen atau 124 kendaraan dari total 8.521 kendaraan campuran tidak memiliki tiket. Jumlah tersebut didominasi mobil dengan total 101 unit.

Kelancaran arus lintas Merak-Bakauhen dipastikan dengan diaktifkannya Dermaga II sehingga seluruh kapal dapat bersandar secara maksimal, jelas Ira.

Penerapan Geofencing berhasil dilakukan karena hanya 1,25 persen penumpang yang tidak memiliki tiket dibandingkan yang memiliki tiket, sehingga dapat mengurangi kemacetan kendaraan, jelasnya.

Menko PMK Muhajir mengatakan ada dua hal yang perlu diwaspadai di jalur Merak-Bakahen.

Pertama, perubahan cuaca menyebabkan permasalahan gelombang pasang. Kedua, aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kita harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan aktivitas Anak Krakatu. Meski prakiraan cuaca dan pantauan BMKG masih aman, namun upaya pencegahan tetap dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain itu, Muhajir juga memperkirakan rasio volume terhadap kapasitas (V/C rasio) atau perbandingan jumlah penumpang dan kendaraan dengan kapasitas Pelabuhan Merak masih dalam batas wajar dan terkendali yakni sebesar 0,3.

“V/C rasionya masih bagus di 0,3. Jadi belum mencapai 0,4, jadi masih sangat aman. Insya Allah tidak ada masalah,” pungkas Muhajir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *