CEO Tribun Network: Data Adalah Aset & Kekayaan

oleh -18 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network Antan Dahi memiliki pengalaman luas di industri media.

Hal tersebut disampaikan pada pembukaan Workshop Integrasi SPBE Pilar Transformasi Digital Indonesia yang diselenggarakan bekerja sama dengan Tribun Network Cominfo pada Kamis (14/12/2023) di Aula Ruby Gedung Kompas Gramedia, Jakarta.

“Berdasarkan pengalaman saya di bidang ini, data ini mencakup hal-hal paling mendasar seperti nama dan usia. “Tetapi unsur demografi yang paling penting, seperti tempat lahir, laki-laki atau perempuan atau dari segi pendidikan, lulusan S1 dan lulusan SMA, konten dan tambahannya tentu berbeda,” kata Anton.

Menurutnya, nama, usia, dan demografi merupakan data yang paling penting.

Namun ada yang lebih dalam dari data tersebut, yaitu psikoanalisis yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang menyukai Barcelona atau yang menyukai MotoGP.

“Fundamentalnya semua soal data,” tegasnya.

Kedua, bagaimana mengumpulkan data, mengolah data dan menjadikannya bermakna.

Pengguna dapat menggunakan data ini untuk periklanan, administrasi, dan bahkan keamanan.

Atau seperti yang dilakukan Israel di Palestina yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengatur pemandangan. Ya, itu semua data base. Jadi keamanan datanya bersifat militer dan politik, katanya.

Dahlan mengatakan ada agen pemasaran bernama Alexander Nick yang berusaha membantu kampanye calon presiden AS melalui metode psikis.

Kenapa dia menggunakan cara psikologis karena pemilih tidak ditentukan oleh warna kulit menurut analisisnya.

Pemilih tidak didefinisikan sebagai laki-laki atau perempuan.

Namun para pemilih ditentukan oleh kekhawatiran mereka.

Lalu bagaimana cara menganalisa ketakutan seseorang.

Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana mencari data untuk menemukan rasa takut.

“Akhirnya dia melihat postingan apa yang dia suka dan apa yang tidak dia suka di Facebook. “Setelah data ancaman disajikan, metode yang paling umum digunakan dalam periklanan adalah penargetan ulang,” tambahnya.

Adnan menyimpulkan bahwa data adalah sumber daya dan sumber daya.

Salah satu kesimpulan yang dijelaskan Inan adalah Google, Facebook, atau TikTok memiliki data, meskipun perusahaan teknologi tersebut tidak memiliki kontennya.

“Meski tidak ada kontennya, data ini adalah sumber daya. “Data ini adalah sumber daya,” jelasnya.

Aspek ketiga, ada istilah dalam bisnis bahwa data adalah minyak baru.

Anton juga mengatakan, aset media INFOKUTIM.COM sebenarnya bukanlah pembaca.

Bukan tanpa alasan pembaca media online mainstream digital, misalnya, membaca melalui Google Chrome.

Chrome adalah alat pengambilan data Google.

“Siapa pemilik properti? “Itu milik Google,” kata orang yang merupakan manajer digital KG Media itu.

Setiap produk memiliki bahan dasar, bahan baku, dan bahan baku perusahaan teknologi adalah data pengguna.

Perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Facebook, dan TikTok mendapatkan bahan mentah secara gratis.

Namun data ini dapat digunakan untuk membantu rekomendasi konten dan periklanan.

“Itulah yang kita lihat saat ini dengan kecerdasan buatan. Jika pemerintah membutuhkan pusat data, pertanyaannya adalah bagaimana cara mengelola dan menghasilkan data. “Semoga upaya pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan disegani di dunia,” tutupnya. (Jaringan Tribun/Reynas Abdila).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *