Datangi Wasit saat Hadapi Persiraja, COO PSMS Medan Minta Maaf dan Beri Penjelasan

oleh -56 Dilihat
oleh

Medan – Babak ke-12 grup X-League 2 akan mempertemukan PSMS Medan melawan Persilaja Banda Aceh. Laga yang berlangsung Sabtu sore, 6 Januari 2024 di Stadion Baharoeddin Siregar Deir Serdan itu berakhir dengan skor 0-0.

Pada pertandingan kali ini, Bapak H. Andriy Mahyar Matondan, Chief Operating Officer (COO) PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) sekaligus Direktur PSMS Medan, mengunjungi ofisial pertandingan atau wasit bernama Amir Nurhadi usai pertandingan.

COO PT KMI, H Andriy Mahyal Matondan menghampiri wasit dan berbicara serta mengklarifikasi tujuannya. Dia mengatakan dia hanya memprotes wasit dan tidak mengedepankan keadilan. Namun tidak ada seorang pun yang melontarkan kata-kata kasar kepada Amir.

Andriy menjelaskan, perpanjangan waktu mungkin tidak diperbolehkan pada babak kedua karena banyak “drama” dengan pemain tim lawan. Jadi butuh waktu saat pertandingan.

“Saya tidak mengucapkan kata-kata kasar. Saya hanya mendatangi wasit dan berkata, ‘Mengapa kamu membiarkan pertandingan tanpa gol hanya selama 35 menit (di babak kedua)?’) kata Andriy kepada wartawan. . , Senin 8 Januari 2024, di Kota Medan.

Andriy memaparkan apa yang ia amati selama pertandingan. Pada babak pertama dan babak kedua, banyak terjadi kejadian dimana pemain mengalami cedera dan memerlukan waktu untuk mendapat perawatan. Faktanya, perpanjangan waktu hanya tersisa tiga menit di babak kedua, dan wasit tetap memaksakan permainan meski ada cedera di lapangan.

“Saat perpanjangan waktu, para pemain dibiarkan di sana hingga akhir, dan meski sejumlah cedera ‘dramatis’, mereka yang menarik pemain dari dalam (lapangan), tidak ada seorang pun di sana.”

Andriy mengatakan, partai tidak mengecam sistem kepemimpinan wasit. Namun drama ini merugikan PSMS Medan, tim yang dinilai mampu mencetak gol dan memenangkan pertandingan.

“Kami tidak menyalahkan mereka, tapi kami meminta wasit menjaga pertandingan tetap adil,” kata Andriy. Kemarahan kami lebih kepada ofisial pertandingan dibandingkan aspek teknis pertandingan. ”

Namun Andriy Mahyar memiliki dada yang kuat dan hati yang dermawan. Dia secara terbuka meminta maaf atas tindakannya dan mengakui bahwa dia cukup agresif. Diakuinya, hal itu terjadi karena kehilangan kendali.

“Dalam hal ini saya mohon maaf karena terlalu agresif terhadap wasit pertandingan,” kata Andriy.

Namun Andriy mengungkapkan, anak asuhnya sempat protes karena hanya ada satu menit waktu tambahan di babak pertama, maka akan lebih bijak jika wasit memberikan perpanjangan waktu jika terjadi drama di babak kedua.

“Ini belum pernah terjadi kan? Kita protes dari awal soal dikeluarkannya pemain (keluar lapangan). Atas permintaan pusat (wasit). “Kedua, itu yang mengganggu saya,” jelas Andriy. PSMS Medan akan tampil maksimal di tiga laga sisa 12 putaran terakhir Liga 2. Dalam tiga laga babak 12 besar Liga 2 Nasional Indonesia, PSMS Medan hanya mencatatkan satu hasil imbang dan dua kekalahan beruntun. PSMS siap memberikan segalanya untuk tiga pertandingan tersisa. INFOKUTIM.COM.co.id 18 Januari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *