Dies Natalis ke-59, Poltekesos Pelatihan Kewirausahaan bagi Warga

oleh -60 Dilihat
oleh

Bandung – Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung (Poltekesos) menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan. Peserta yang berasal dari 4 kabupaten dan 1 kota ini berjumlah 100 orang yang menerima donasi dari Kementerian Sosial (Kemnesos).

Pelatihan kewirausahaan ini merupakan kegiatan tindak lanjut HUT Poltekesos ke-59 yang mengangkat tema refleksi inovasi untuk kualitas praktik kesejahteraan sosial. “Kursus ini sebagai upaya agar warga mempunyai kemampuan bertahan dan berjuang,” kata Suharma, Direktur Politeknik dan Sekolah Kesejahteraan Sosial Bandung yang mengawal pelatihan tersebut, dalam siaran persnya, Rabu. Apapun yang mereka pilih. (20/12/2023).

Kursus ini diperkuat oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dengan materi pelatihan pembuatan mie, berbagai jenis usaha, pemasaran dan dukungan peralatan usaha. Selain pelatihan, 100 warga juga mendapatkan gerobak berisi barang sebagai sarana penunjang kegiatan usahanya.

Mereka adalah warga Kabupaten Sumedang 20 orang, Kabupaten Garut 40 orang, Kabupaten Bandung 10 orang, Kabupaten Bandung Barat 10 orang, dan Bandung 20 orang. “Pelatihan dan pemberdayaan usaha ini sebagai upaya mewujudkan kemandirian masyarakat penerima bantuan agar dapat beraktivitas sendiri dan lepas dari ketergantungan pada bantuan,” ujarnya.

Yuti Sri Ismudiati, Kepala Pelayanan Masyarakat Polteksos, mengatakan Kementerian Sosial bertujuan agar penerima bantuan bisa keluar negeri. Mereka diharapkan berdaya dan mampu secara ekonomi, tanpa memandang kemiskinan. “Kalau mau hidup lebih baik harus rela, harus bahagia,” kata project manager Yuti.

Dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-59, Polteksos juga mengirimkan mahasiswanya untuk pelatihan kewirausahaan. Harapannya kedepannya mahasiswa dapat menjadi mitra dalam menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Hal ini sejalan dengan status Polteksos sebagai perguruan tinggi profesional yang fokus pada praktik di samping ilmu teori.

Aliansi ini mengharapkan Poltekesos dapat menjadi tulang punggung fungsi dan fungsi utama Kementerian Sosial dalam rehabilitasi, pemberdayaan sosial, perlindungan dan jaminan sosial. “Polteksos hendaknya selalu dekat dengan orang tua dan terlibat langsung dalam menyikapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang berkembang,” ujarnya.

Dalam rangkaian Dies Natalis, Polteksos juga melakukan operasi katarak gratis bagi warga yang membutuhkan, memberikan sarapan pagi dan susu menarik kepada 2.500 siswa sekolah dasar setempat. Kota ke-4 dan ke-1 di Jawa Barat. Mereka juga melaksanakan bakti sosial di beberapa desa yang menjadi tempat praktik masyarakat. Program ini memiliki 493 mahasiswa, 85 dosen dari tiga program pascasarjana: Pekerjaan Sosial, Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, dan Rehabilitasi Sosial.

Salah satu penerima, Julaiha, merasa senang dengan pelatihan ini. Hal ini tentunya menjadi motor penggerak pertumbuhan bisnis pilihan mereka, dapat membawa perubahan dalam bisnis, mengetahui cara memasarkan dan mengelola keuangan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *