Geopolitik Makin Panas, Rupiah Anjlok

oleh -46 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp 15.593/USD pada akhir perdagangan Selasa (16/1/2024) di tengah kekhawatiran risiko geopolitik.

“Saat ini kekhawatiran terhadap risiko geopolitik mendominasi sentimen pelaku pasar,” kata Taufan Dimas Hareva, analis ICDX di Jakarta.

Pada hari Senin, sebuah kapal kontainer yang dioperasikan AS terkena rudal anti-kapal dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi dari pusat komando Amerika Serikat (AS).

Hal ini terjadi beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan gabungan terhadap sasaran Houthi di Yaman.

Selain itu, pergerakan rupee hari ini terbebani oleh menguatnya kinerja dolar AS menyusul komentar pejabat The Fed.

Taufan mengatakan Presiden Federal Reserve (Fed) Atlanta Raphael Bostic yakin suku bunga harus dipertahankan setidaknya sepanjang musim panas untuk mencegah harga naik lagi. Sisi optimisnya, keluarnya surplus perdagangan Indonesia akan membawa angin segar bagi perkembangan mata uang rupiah.

Surplus perdagangan Indonesia mencapai $3,31 miliar pada Desember 2023, naik dari $2,41 miliar pada November 2023, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Dengan perkembangan data tersebut, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 36,93 miliar dolar pada Januari-Desember 2023, melanjutkan surplus yang dicapai pada periode yang sama tahun 2022 sebesar 54,46 miliar dolar.

Pada penutupan Selasa, rupee turun 38 poin atau 0,24 persen menjadi Rp 15.593 per dolar dari sebelumnya Rp 15.555.

Nilai tukar Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga melemah pada Selasa, dari Rp 15.555 menjadi Rp 15.592 per dolar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *