Hal-hal yang Perlu Diketahui Seputar Operasi Penggantian Lutut karena Pengapuran

oleh -32 Dilihat
oleh

Laporan Jurnalis INFOKUTIM.COM.com Rina Ayu

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Pengapuran tulang atau Osteoarthritis (OA) merupakan keluhan umum yang dialami para lanjut usia (lansia).

Penyakit ini menyerang sendi tangan, lutut, pinggul, dan tulang belakang dan harus segera diobati.

Mengutip Kementerian Kesehatan, OA merupakan penyakit yang berkembang akibat rusaknya tulang rawan yang melapisi tulang.

Akibatnya, ketika digerakkan, tulang-tulang tersebut saling bertabrakan.

Penyakit degeneratif ini dapat memburuk seiring berjalannya waktu sehingga menyebabkan nyeri kronis.

Nyeri dan kekakuan sendi bisa cukup parah sehingga menyulitkan tugas sehari-hari.

Depresi dan gangguan tidur dapat menyebabkan nyeri dan kecacatan akibat osteoartritis.

Untuk radang sendi lutut, beberapa rekomendasi pengobatan dapat dibuat.

Contohnya antara lain operasi UKR atau penggantian lutut unikondilar dan operasi penggantian lutut (Total Knee Replacement – TKR).

UKR adalah operasi penggantian lutut sebagian yang melibatkan penggantian kompartemen sendi lutut dengan implan.

Saat ini TKR dikenal sebagai tindakan medis yang dilakukan dengan mengganti sendi lutut yang rusak dengan sendi lutut buatan (prostesis).

Konsultan Ahli Bedah Ortopedi, Pinggul dan Lutut RS Ortopedi ALTY, Dr. Azhar M Merican mengatakan kelebihan prosedur UKR berbeda dibandingkan prosedur TKR.

“UKR risikonya lebih kecil dibandingkan TKR, pemulihan lebih cepat, pelestarian tulang, lutut lebih alami,” ujarnya saat praktik baru-baru ini.

Dikatakannya, biasanya tidak ada batasan usia untuk melakukan UKR.

Namun, operasi UKR tidak dianjurkan untuk pasien muda.

Kondisi pasien osteoartritis lutut memerlukan UKR ketika tindakan konservatif tidak lagi berhasil dan nyeri lutut mempengaruhi mobilitas dan mobilitas.

Selain itu, dari segi waktu pemulihan, operasi UKR membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan TKR.

“Pasien sudah bisa berjalan dengan bantuan dalam waktu 2 hingga 4 minggu. Biasanya mereka tidak memerlukan banyak terapi fisik setelah operasi,” ujarnya.

Umumnya, pasien dapat melanjutkan aktivitas atau olahraga sehari-hari selama sekitar 2-4 bulan setelah prosedur UKR setelah ototnya pulih.

Tindak lanjutnya 2 minggu untuk memeriksa lukanya. 6 minggu hingga 3 bulan untuk memeriksa perkembangannya. 6 bulan hingga 1 tahun untuk rontgen, ujarnya.

Pasien dapat melakukan fisioterapi sendiri di rumah. Beberapa orang membutuhkan dorongan.

Sedangkan lutut kaku sebelum operasi memerlukan terapi fisik untuk mencegah kekakuan kembali setelah operasi.

Osteoartritis memiliki banyak gejala umum yang patut Anda waspadai. Antara lain:

1. Nyeri yang memburuk saat sendi digerakkan, namun sedikit membaik saat istirahat.

2. Sendi akan bengkak dan panas.

3. Kekakuan pada lutut atau pinggul, terutama pada pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama.

4. Kesulitan menggerakkan lutut atau pinggul dan merasa lebih terbatas saat duduk atau berdiri, menaiki tangga atau berjalan.

5. Mengeluarkan bunyi bila sendi digerakkan.

Jika Anda mengetahui beberapa gejala umum osteoartritis, kami harap Anda tidak mendiagnosis diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *