Hal yang Indonesia Bisa Adopsi dari Cara Singapura Tekan Kenaikan Kasus COVID-19

oleh -26 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta, Profesor Chandra Yoga Aditama, Guru Besar Departemen Kedokteran Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan hal itu patut dipertimbangkan.

Chandra mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang baik dilakukan di Indonesia. Pertama, kami memberikan laporan harian tentang keadaan virus corona. Di tahun Mulai 19 Desember 2023, menyusul peningkatan mendadak kasus virus SARS-CoV-2 di Singapura, negara tetangga tersebut akan melaporkan situasi COVID-19 setiap hari, bukan setiap minggu.

“Saya berharap kita bisa berpikir untuk melakukan hal yang sama agar masyarakat tahu persis apa yang terjadi setiap hari dan lebih siap,” ujarnya, Senin (18/12/2023). .

Kedua, Singapura mengatakan penggunaan masker di tempat umum, terutama di rumah dan ketika mengunjungi orang-orang rentan, “sangat disarankan”.

Direktur lulusan YARSI berkata, “Jika kasus terus meningkat, kita harus memikirkan untuk memperkuat rekomendasi ini di negara kita. Dan seperti Singapura, kita akan mengetahui informasinya dengan melaporkan setiap hari.” Universitas di Jakarta, Ya.

Ketiga, mendorong warga untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Dalam situasi ini, seiring meningkatnya jumlah infeksi virus corona, Indonesia pun ikut menggalakkannya. Menurut Chandra, jika memungkinkan, vaksin mRNA akan ditawarkan di Indonesia untuk booster atau vaksinasi tersebut. Tentu saja vaksin bivalen atau vaksin khusus varian XBB akan lebih efektif.

Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan pada Jumat 15 Desember 2023 bahwa lebih dari 60 persen kasus disebabkan oleh virus COVID-19 JN.1 yang merupakan bagian dari varian BA.2.86. Hal ini dilaporkan secara rinci.

Berikutnya, Singapura menyumbang lebih dari 70 persen kasus COVID-19 pada akhir November 2023 pada varian EG.5 dengan subline HK.3.

Chandra mengatakan, ada baiknya masyarakat memiliki informasi mengenai penyebaran varian virus dan subvarian penyebab wabah virus corona saat ini.

“Alangkah baiknya jika kita bisa mendapatkan informasi mengenai jumlah spesies mutan dan hibrida yang saat ini tersebar di negara kita dan tingkat perkembangannya saat ini,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia seiring meningkatnya jumlah infeksi baru virus corona di Malaysia setelah Singapura. Menurut Kementerian Kesehatan RI, jumlah orang yang tertular virus tersebut mengalami peningkatan sejak minggu ke-41 pada tanggal 8 hingga 14 Oktober 2023.

Hingga Jumat, 15 Desember 2023, terdapat 336 kasus terkonfirmasi positif virus corona baru, meningkat dari hari sebelumnya.

Sehubungan dengan meningkatnya jumlah orang yang tertular virus dan meningkatnya aktivitas, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru, Kementerian Kesehatan RI menghimbau masyarakat untuk melengkapi vaksinasi COVID-19.

Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat segera menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dan mendatangi puskesmas terdekat atau fasilitas pelayanan kesehatan otoritas kesehatan pelabuhan tanpa penundaan, ”ujarnya. Bapak Maxi Ren Rondonu, Pencegahan dan Pengendalian (P2P), Kementerian Kesehatan, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *