Hukum Puasa Arafah Bagi yang Tidak Berhaji, Niat, dan Keutamaannya

oleh -63 Dilihat
oleh

Jakarta – Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji. Pada tahun 2023, puasa Arafah 9 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu tanggal 28 Juni berdasarkan hasil konferensi isbat pemerintah.

Meski tidak wajib, namun puasa ini sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa Arafah membawa berbagai keutamaan dan manfaat. Kali ini saya akan menjelaskan hukum puasa arafah bagi non haji beserta niat dan prioritasnya. Silakan gulir ke bawah untuk melihat artikel selengkapnya Hukum Puasa Arafat

Aturan puasa Arafah bagi yang tidak menunaikan haji merupakan sunnah muaqqad atau artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya puasa Arafah sangat dianjurkan namun tidak wajib. Membaca niat puasa arafah

Niat berpuasa Arafah tidak perlu diungkapkan secara lisan, namun cukup di dalam hati untuk menunaikan puasa. Niat bisa dibaca sebelum sahur atau sahur. Berikut bacaan niat dan maknanya:

“Nawaitu shauma arafata sunnah lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.” Keutamaan puasa Arafah

Keutamaan puasa Arafah sangatlah besar. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa masa lalu dan masa depan.” Puasa ini juga diharapkan dapat mendatangkan ampunan Allah, mendekatkan diri kepada-Nya serta memperoleh keberkahan dan rahmat-Nya.

Puasa Arafah juga mempunyai makna yang mendalam. Hari Arafah adalah salah satu hari paling istimewa dalam ibadah haji. Puasa ini memberikan kesempatan bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji untuk merasakan beberapa keistimewaan dan keberkahan yang terkait dengan hari tersebut.

Namun perlu diingat bahwa puasa Arafah hanya diperuntukkan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji. Bagi yang menunaikan haji, dianjurkan untuk tidak berpuasa pada hari Arafah, melainkan berada di Arafah dan menunaikan haji.

Menurut ajaran agama Islam, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan otoritas agama yang diakui, seperti ulama setempat atau badan fatwa, untuk mendapatkan panduan yang lebih rinci dan akurat mengenai hukum dan praktik keagamaan. Mereka masih punya waktu hingga besok untuk berpuasa Ayyamul Bidh, ini pahala yang besar dan niatnya. Sebelum tahun 2023, umat Islam di seluruh dunia masih mempunyai kesempatan untuk berpuasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dipatuhi oleh Nabi Muhammad SAW. INFOKUTIM.COM.co.id 27 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *