HUT ke-496, Ini Sejarah Jakarta dari Jayakarta, Batavia hingga jadi Ibu Kota

oleh -27 Dilihat
oleh

Jakarta – Hari ini merupakan hari ulang tahun atau hari jadi Jakarta yang ke-496 dan selalu diperingati pada tanggal 22 Juni. Jakarta memiliki sejarah panjang dan penuh warna sebagai ibu kota ikonik Indonesia. Awalnya kota pelabuhan kecil yang menjadi ibu kota negara yang penting, disebut Jayakarta.

Sejak itu, terjadi transformasi luar biasa di Jakarta. Kali ini kita akan membahas sekilas sejarah Jakarta dari Jayakarta sebagai ibu kota negara hingga saat ini. Simak penjelasan lengkap sejarah Jakarta di bawah ini. Dulunya dikenal dengan nama Jayakarta

Semula kawasan yang kini bernama Jakarta ini merupakan pemukiman kecil di muara Sungai Ciliwung. Kota ini kemudian dikenal dengan nama Jayakarta setelah dinamai Pangeran Fatahillah. Jayakarta pernah menjadi pelabuhan penting bagi perdagangan rempah-rempah dan pusat kerajaan Indo-Buddha Sunda Kelapa. Kolonialisme dan Konversi Batavia

Pada abad ke-16, Jayakarta ditaklukkan oleh Belanda dan diberi nama Batavia. Batavia juga menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda di nusantara. Belanda mengubah wajah kota ini dengan membangun benteng, kanal, jalan, dan bangunan kolonial. Belakangan, Batavia menjadi pusat perdagangan penting dan menjadi salah satu kota kolonial terbesar di Asia. Masa penjajahan dan kemerdekaan Jepang

Selama Perang Dunia II, Jepang menduduki Batavia pada tahun 1942 dan menamainya Jakarta. Kolonialisme Jepang berlangsung hingga tahun 1945, ketika Indonesia memperoleh kemerdekaan. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Sukarno dan Muhammad Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Hingga akhirnya lahirlah Jakarta sebagai ibu kota negara baru di Indonesia. Perkembangan Jakarta sebagai ibu kota negara

Setelah kemerdekaan, Jakarta mengalami pertumbuhan pesat sebagai ibu kota negara. Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah besar untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur perkotaan. Pada tahun 1950-an dan 1960-an dimulailah proyek-proyek pembangunan besar seperti Monas (Monumen Nasional) yang menjadi simbol kebanggaan bangsa. Pada tahun 1970-an, pusat perbelanjaan dan bangunan modern mulai bermunculan di pusat kota.

Seiring berjalannya waktu, Jakarta terus menjadi pusat ekonomi, politik dan budaya. Jakarta terus menjadi salah satu kota terbesar di dunia pada abad ke-21. Hasto Ingatkan Kader PDIP: Aspek Sejarah Perkuat Langkah Kemenangan Presiden Sekjen PDIP Hasto Cristiano mengatakan, perspektif sejarah penting untuk mendukung PDIP di setiap langkah perjuangan, termasuk pemilu legislatif dan presiden 2024. INFOKUTIM.COM.co. id 13 Januari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *