Investor Arab Saudi Ingin Caplok 20 Persen Saham BSI

oleh -198 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta Menteri BUMN Eric Tohir mengabarkan ada investor khusus asal Jazirah Arab yang ingin mengakuisisi 20 persen saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Eric Tohir menyatakan Kementerian BUMN mendorong investor Arab untuk bergabung dengan BSI. Termasuk rencana mengunjungi Arab Saudi dan Qatar dalam waktu dekat. Tentu saja dalam street show ini, kalau bisa mereka mau lebih dari 10 persen yang masuk. Beda dengan tawaran kita yang hanya 10-11 persen, kalau bisa 15-20 persen itu yang jadi founding partner, kata Eric Tohir. Kementerian BUMN. Jakarta, Selasa (19/12/2023).

Oleh karena itu, BSI mengajak para pemegang saham seperti Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri untuk saling berbincang. Sebab, terciptanya tambahan dana dari investor swasta akan memberikan dampak positif bagi pemegang saham.

“Namun kita dorong persaingan bisnis perbankan syariah harus lebih sehat. BSI sudah sehat dan bagus, tapi perlu lebih sehat lagi,” tegas Eric. Kantor di Arab Saudi

Selain itu, BSI berharap mendapatkan persetujuan penuh dari anak perusahaannya di Arab Saudi. Sebelumnya, BSI mendapat izin penuh dari kantor cabangnya di Dubai, Uni Emirat Arab.

BSI dikatakan sukses mendapatkan banyak trafik dari kantor cabang ini. Keberhasilan ini menginspirasi Eric untuk terus berekspansi ke negara-negara Timur Tengah lainnya.

“Salah satu (target) ini adalah Saudi, dan saya berusaha untuk mendapatkan lisensi penuh di Arab Saudi. Tujuan kami adalah masuk 10 besar untuk peringkat BSI,” kata Eric Tohir.

Sebelumnya diberitakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan membuka cabang baru di Timur Tengah, Arab Saudi. Lalu sejauh mana cabang baru tersebut telah dibangun?

Direktur Keuangan dan Internasional BSI Moh Adib mengatakan pihaknya akan membuka cabang baru di Arab Saudi. Saat ini BSI telah mengajukan permohonan persetujuan kepada otoritas Arab Saudi yaitu Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA).

“(Cabang baru) masih berjalan di Arab Saudi. Saat ini kami sedang konflik dengan otoritas di Arab Saudi yang punya nama sama. Kami sudah mengajukan permintaan pembukaan cabang di sana,” kata Adib. Di Jakarta, Jumat (17/11/2023).

Menurutnya, proses pembukaan cabang baru ini tidak mudah. Namun BSI tetap berupaya melakukan hal tersebut melalui jalur business-to-business (B2B) dan Government-to-Government (G2G).

“Memang tidak mudah, tapi kita harus mencoba menggunakan saluran B2B dan G2G melalui kedutaan Arab di sini, kita sudah dua kali bertemu dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan SAMA,” ujarnya.

Adhi berharap pembukaan cabang baru BSI di Arab Saudi bisa dilakukan setidaknya pada kuartal I atau II tahun 2024.

“Dalam waktu dekat bisa dilakukan pada kuartal pertama tahun depan, segera kuartal kedua,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *