Jangan Buru-Buru Diberi Sufor, Bayi Menangis Belum Tentu karena ASI Kurang

oleh -21 Dilihat
oleh

Dilansir reporter INFOKUTIM.COM.com Aisyah Nursyamsi

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Bagi ibu baru, bayi yang menangis terus menerus memang sangat mengganggu.

Kebanyakan ibu percaya bahwa tangisan bayi disebabkan oleh kurangnya ASI.

Beberapa ibu memutuskan untuk memberikan anaknya susu formula (susu formula).

Profesor Dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG, Subs Obginsos, MPH, Ketua Satgas POGI Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Ibu, mengatakan, tidak perlu terburu-buru memberikan susu formula pada bayi.

Sebab bayi menangis belum tentu karena ASI tidak mencukupi sehingga menimbulkan rasa lapar.

Menangis belum tentu karena ASI tidak mencukupi, ujarnya saat diwawancara awak media di Jakarta, Minggu (1 Juli 2024).

Wajar jika bayi lebih banyak menangis karena belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.

Menangis merupakan upaya bayi untuk mengungkapkan kepada ibunya bahwa ia lapar, sakit, atau tidak nyaman.

Lalu apa yang harus dilakukan ibu saat bayinya menangis?

Pertama, mungkin bayi sedang lapar, sehingga yang sebaiknya Anda lakukan adalah menyusui.

Kedua, jika bayi Anda tidak lapar, bayi Anda mungkin ingin digendong atau diayun.

“Mungkin perut buncit atau sekedar ingin bergoyang-goyang. Di dalam kandungan, suka bergoyang-goyang, nyaman sekali,” imbuhnya.

Ketiga, buatlah anak Anda nyaman. Bayi mungkin menangis karena tidak mau dibedong.

“Jadi ada yang merasa ingin dipeluk perutnya, tapi ada saat yang tidak nyaman. Saya pernah punya anak yang menyalakannya lalu tertidur. Artinya, dia tidak suka dipeluk lagi. , ini biasa saja,” dia menjelaskan.

Di sisi lain, Dr. Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, SpA(K), Ketua Satgas Menyusui Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan stres orang tua juga bisa mempengaruhi kondisi bayi.

Bayi juga bisa menjadi gelisah bila kedua orang tuanya stres.

“Bisa juga kalau orang tuanya stres, bayinya juga merasakannya. Bayinya juga stres. Jadi, meski masih kecil, kecemasan orang tuanya bisa dirasakan. sayang,” tambahnya. Dokter Piprim.

Selain itu, Profesor Badriul Hegar Sjarif, PhD, SpA(K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI dan Dokter Spesialis Gastroenterologi dan Hepatologi Anak, mengatakan anak merasa gugup, menangis, dan sering merasa tidak nyaman masih dianggap wajar.

“Tetapi ingat satu hal, kegelisahan, tangisan berlebihan, dan ledakan rasa kesal adalah hal yang normal pada bayi yang sehat,” kata Dr. Hegar.

Orang tua sebaiknya tidak terburu-buru melakukan intervensi dengan beralih dari ASI ke susu formula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *