Kaleidoskop 2023: Deretan Startup yang Bangkrut Tahun Ini, Ada PegiPegi dan CoHive

oleh -37 Dilihat
oleh

Laporan jurnalis TribuneNews.com Andrapta Pramudhyaj

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Tahun ini banyak perusahaan start-up yang menutup layanannya secara permanen.

Ada perusahaan yang menawarkan agen perjalanan online, e-commerce, dan ruang kerja bersama.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pernah mengungkapkan bahwa Indonesia menduduki peringkat keenam dunia dalam hal negara dengan jumlah start-up terbanyak.

Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang memiliki rekam jejak positif dalam hal pertumbuhan jumlah startup, kata I Nyoman Atyarna, Direktur Ekonomi Digital Kominfo.

Saat ini terdapat lebih dari 2.000 startup di Indonesia.

Beberapa start-up yang menghentikan layanannya secara permanen tahun ini antara lain:

1. PeggyPeggy

Situs pemesanan tiket dan akomodasi online PT Go Online Destination atau biasa dikenal dengan PegiPegi resmi menutup layanannya di Indonesia mulai 11 Desember 2023.

Pengumuman ini disampaikan PegiPegi melalui situs resminya setelah 12 tahun menjadi platform yang menawarkan layanan pemesanan hotel dan tiket pesawat murah di Indonesia.

Manajemen menulis di situsnya, “Selama hampir 12 tahun solusi perjalanan Anda telah menjadi pengalaman yang tak tergantikan bagi PeggyPeggy, namun dengan berat hati, PeggyPeggy harus mengucapkan selamat tinggal.”

2. JD.ID

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menghentikan layanannya secara permanen paling lambat tanggal 31 Maret 2023.

Pengumuman tersebut disampaikan JD.ID melalui situs resmi perusahaan. Ia mengaku menerima pesanan konsumen terakhir pada 15 Februari 2023.

Sebaliknya konsumen yang tidak menyelesaikan transaksi sebelum tanggal habis masa berlaku layanan dapat menghubungi nomor layanan pelanggan JD.ID.

3. Sarang Paralel

PT AV Asia Tenggara, firma hukum yang dijalankan oleh startup koperasi Indonesia Cohive, dinyatakan pailit pada 18 Januari 2023 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Seperti dikutip Compass.com dari DealStreetAsia pada Selasa (7/2/2023), Cohive menuliskan pesan perpisahan di situs perusahaan.

Posisi perusahaan dipengaruhi oleh pandemi yang masih berlangsung, situasi pasokan kantor, dan lingkungan penggalangan dana yang menantang.

Kohiv sendiri mengaku sedang mencari solusi, namun kondisinya membuat perusahaan tidak bisa bertahan lagi.

4. Rumah.com

Rumah.com resmi berhenti beroperasi pada 1 Desember 2023.

Hari, Group CEO dan Managing Director PropertyGuru, mengungkapkan secara langsung bahwa bisnis marketplace PropertyGuru di Indonesia telah berhenti beroperasi. V.Krishnan.

Hari mengatakan keputusan tersebut tidak bisa dianggap enteng karena Rumah.com sudah berdiri lebih dari satu dekade.

Selama itu, Hari, pihaknya akan terus melayani para agen dan mitra pengembang Rumah.com untuk memastikan minimnya gangguan terhadap operasional bisnis mereka hingga 30 November 2023.

“Setelah itu, kami akan mengembalikan jumlah yang dibayarkan sesuai kontrak masing-masing. Kami akan tetap membayar kewajiban kepada mitra vendor sesuai kewajiban kontrak masing-masing,” ujarnya, Senin (21/8/2023).

5. jempol

Pada Mei 2023, startup sayur dan buah (e-grocery) Tumbassin mengumumkan penutupan operasinya secara permanen.

Beyu Sobic, CEO dan salah satu pendiri Dumbasin, mengungkapkan bahwa perusahaan rintisan tersebut harus menghentikan operasinya secara permanen karena kesulitan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *