Kemendikbudristek: Kurikulum Merdeka Siap jadi Kurikulum Nasional pada 2024

oleh -101 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, JAKARTA — Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Penilaian Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Anindito Aditomo memastikan kurikulum mandiri diharapkan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Pt . , hingga 80 persen sekolah di semua tingkatan secara sukarela menerapkan Kurikulum Mandiri.

“Yang masih menggunakan Kurikulum 2013 bisa bertahap beralih ke Kurikulum Mandiri,” kata Anindito dalam siaran persnya, Jumat (22/12/2023).

Rencana tersebut kemudian mendapat respon positif dari pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Kurikulum Merdeka diyakini telah membawa perubahan dalam kegiatan belajar mengajar. Kepala Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 1 Mamboro, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Do Minggus, mendukung rencana penerapan kurikulum mandiri di tingkat nasional.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka telah mendorong perubahan paradigma pembelajaran yang lebih nyaman. Ia juga menyampaikan bahwa kurikulumnya berpusat pada siswa dan dapat disesuaikan dengan karakteristik daerah.

“Saya sangat setuju Kurikulum Merdeka yang menjadi Kurikulum Nasional sejalan dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia saat ini.” Kurikulum Merdeka juga tidak lagi membeda-bedakan sekolah di kota dan desa, seluruh satuan pendidikan berhak mandiri dalam mewujudkan visi dan misi pendidikan Indonesia,” kata Dodunias.

Dodunias mengatakan sekolahnya mengalami krisis pembelajaran sebelum kurikulum independen diperkenalkan. Penyebabnya adalah proses pembelajaran yang diberikan guru monoton, belum adanya platform pendidikan bagi pendidik yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, dan kondisi sekolah di daerah terpencil. Selain itu, pihaknya juga berjuang dengan kurangnya motivasi siswa untuk berkembang.

“Terjadi perubahan pembelajaran yang menyenangkan dan terfokus pada siswa serta berkembangnya penguatan profil siswa Pancasila sesuai dengan karakteristik sekolah, sehingga terjadi peningkatan prestasi akademik dan non akademik,” ujarnya. .

Pada kesempatan lain, guru SMAN 4 Ternate, Maluku Utara Santi Evaria juga menyampaikan dukungannya terhadap penerapan kurikulum mandiri sebagai kurikulum nasional. Menurut Santi, Kurikulum Merdeka sangat baik dalam menjawab tantangan pendidikan Indonesia saat ini.

Kurikulum Merdeka merupakan respon terhadap pesatnya perkembangan zaman dan perubahan kondisi peserta didik pasca pandemi Covid-19. Dengan memperkenalkan kurikulum mandiri, guru dapat lebih mengenali bakat dan minat siswa.

“Sebagai guru, saya merasa lebih leluasa dan leluasa berinovasi dan tidak dibatasi oleh struktur yang selama ini dibatasi. Guru bisa menggali dan mendalami kemampuan, minat, dan bakat siswa,” kata Santi.

Santi berharap penerapan kurikulum mandiri di tingkat nasional dapat semakin mempercepat peningkatan kualitas dan kompetensi guru.

“Dan dampaknya bagi mahasiswa dapat melahirkan generasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Dengan memiliki kompetensi, keterampilan spiritual, keterampilan sosial dan pengetahuan yang baik, mereka akan siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi manusia mandiri yang berdiri sendiri,” kata Santi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *