Lukas Enembe 15 Kali Cuci Darah Sebelum Meninggal, Cek 13 Kemungkinan Efek Samping Hemodialisa

oleh -18 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta – Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, sebelum meninggal dunia pada Selasa (26/12/2023), diketahui telah menjalani cuci darah atau disebut hemodialisis / hemodialisis sebanyak 15 kali. Hal itu diungkapkan pengacara mendiang Lucas Petrus Bala Pattyona.

Lukas Enembe menjalani cuci darah karena memiliki riwayat gagal ginjal kronis. Ia pun bolak-balik berobat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Lantas apa saja efek samping cuci darah seperti yang dialami Lukas Enembe?

Hemodialisis memang memperpanjang hidup banyak orang, namun angka harapan hidup mereka yang membutuhkannya masih lebih rendah dibandingkan masyarakat pada umumnya, lapor Mayo Clinic, Rabu (27/12/2023).

Meskipun pengobatan hemodialisis dapat secara efektif menggantikan fungsi ginjal yang hilang, Anda mungkin menderita kondisi berikut: 1. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Efek samping yang umum dari hemodialisis adalah penurunan tekanan darah. Tekanan darah rendah bisa disertai sesak napas, kram perut, kram otot, mual atau muntah. 2. Kram otot

Meski penyebabnya belum jelas, kram otot saat hemodialisis sering terjadi. Kram terkadang dapat diatasi dengan menyesuaikan resep hemodialisis. Menyesuaikan asupan cairan dan natrium di antara perawatan hemodialisis juga dapat membantu mencegah gejala selama perawatan. 3. Gatal

Banyak orang yang menjalani hemodialisis mengalami nyeri kulit, yang seringkali memburuk selama atau setelah prosedur dialisis.4. Masalah tidur

Orang yang menjalani hemodialisis sering kali mengalami kesulitan tidur, terkadang karena berhenti bernapas saat tidur (sleep apnea) atau karena kakinya terasa nyeri, tidak nyaman, atau gelisah. 5. Anemia

Tidak memiliki cukup sel darah merah dalam darah Anda (anemia) adalah masalah umum pada gagal ginjal dan hemodialisis. Gagal ginjal mengurangi produksi hormon yang disebut eritropoietin, yang merangsang pembentukan sel darah merah.

Pembatasan pola makan, penyerapan zat besi yang buruk, seringnya tes darah, atau pembuangan zat besi dan vitamin melalui hemodialisis juga dapat menyebabkan anemia. 6. Penyakit tulang

Jika ginjal Anda yang rusak tidak dapat lagi memproses vitamin D, yang membantu Anda menyerap kalsium, tulang Anda bisa melemah. Selain itu, produksi hormon paratiroid yang berlebihan – komplikasi umum dari gagal ginjal – dapat menghilangkan kalsium dari tulang Anda.

Hemodialisis dapat memperburuk kondisi ini karena mengeluarkan terlalu banyak atau terlalu sedikit kalsium. 7. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Jika Anda makan terlalu banyak garam atau minum terlalu banyak cairan, kemungkinan besar tekanan darah tinggi Anda akan bertambah parah dan menyebabkan masalah jantung atau stroke.

8. Cairan berlebihan

Karena cairan dikeluarkan dari tubuh Anda selama hemodialisis, minum lebih banyak cairan daripada yang disarankan di antara perawatan hemodialisis dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung atau penumpukan cairan di paru-paru (edema paru). 9. Radang selaput sekitar jantung (perikarditis)

Hemodialisis yang tidak memadai dapat menyebabkan peradangan pada selaput di sekitar jantung, yang dapat mempengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. 10. Kadar kalium tinggi (hiperkalemia) atau kadar kalium rendah (hipokalemia)

Hemodialisis menghilangkan kelebihan potasium, yaitu mineral yang biasanya dikeluarkan ginjal dari tubuh Anda. Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit kalium yang dikeluarkan selama dialisis, jantung Anda mungkin berdetak tidak teratur atau berhenti.

11. Komplikasi yang berpotensi berbahaya

Kondisi ini – seperti infeksi, penyempitan atau pembengkakan dinding pembuluh darah (Aneurisma), atau penyumbatan – dapat mempengaruhi kualitas hemodialisis Anda. 12. Amiloidosis

Amiloidosis terkait dialisis terjadi ketika protein dalam darah menumpuk di sendi dan tendon, menyebabkan nyeri, kaku, dan cairan pada sendi.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang telah menjalani hemodialisis selama beberapa tahun. 13. Depresi

Perubahan suasana hati sering terjadi pada penderita gagal ginjal. Jika Anda mengalami depresi atau kecemasan setelah memulai hemodialisis, bicarakan dengan tim layanan kesehatan Anda tentang pilihan pengobatan yang efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *