Mahfud Imbau Kehati-hatian dalam Ekonomi Digital

oleh -90 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, JAKARTA – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3 Mahfud MD mendapat pertanyaan dari panelis mengenai potensi penyalahgunaan data digital. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dihindari dalam dunia ekonomi digital saat ini.

Namun Indonesia saat ini telah memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP). Selain itu, untuk memperkuat hal tersebut, pemerintah dan DPR menyetujui perubahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Lagipula, menurut saya, tidak ada seorang pun yang bisa menghindari ekonomi digital atau digital. Jadi, ya, kita tidak bisa mengesampingkan hal itu, tapi kita harus hati-hati karena ada hambatan besar dalam evolusi digital ini.” kata Mahfoud saat debat. Calon Wakil Presiden, Jumat (22 Desember 2023).

Sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), ia menangani kasus terkait ekonomi digital, khususnya pinjaman online (Panjul). Ia mengatakan, kasus ini sangat sulit dari segi hukum.

“Banyak korban bunuh diri,” kata Mahfoud. Gurunya pinjam Rp 500 ribu, utangnya bertambah jadi 240 juta karena bunga.”

Terkait implementasi visi dan misinya, dia mengatakan korupsi sudah menjadi penyakit serius di Indonesia. Mehmood tak segan-segan mengatakan bahwa korupsi sudah menjadi masalah yang ada di seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, permasalahan korupsi juga membuat investor ragu untuk berinvestasi karena tidak adanya kepastian hukum. Ada kelompok yang sengaja memeras pengusaha yang ingin berinvestasi.

“Saya telpon para ekonom dan pengusaha, takut banget sama saya kalau saya jadi wakil presiden? ‘Enggak pak, kami sangat butuh penegak hukum seperti bapak. Karena alasannya Karena kalau kita ke Indonesia.. Kalau kita mau berinvestasi, kita akan diperas, kalau kita mau mencoba, kita akan diperas,” kata Mahfoud.

Oleh karena itu, ia menegaskan kepastian hukum akan menjadi prioritas utama dirinya dan Gunjar Pranu jika terpilih pada Pilpres 2024.

“Kita harus memerangi korupsi dengan menggunakan kata-kata anak muda, ‘Hei crypto, saya akan membunuhmu,” kata Mahmood. Hei Veer, mundurlah, Veer. “Yah, saya membunuh korupsi,” kata Mahmood.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *