Masuk ke Indonesia, BYD Beberkan Strategi Atasi Masalah Infrastruktur Mobil Listrik

oleh -30 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Shenzhen – Mobil listrik berkembang pesat di Indonesia. Berbagai pabrikan, baik yang beroperasi maupun memasuki pasar Indonesia, siap memperkenalkan lebih banyak mobil listrik di masa depan.

Salah satunya BYD yang memutuskan masuk ke pasar mobil Indonesia pada semester I 2024. Namun situasi di Indonesia yang saat ini masih terkendala permasalahan infrastruktur pengisian aki mobil, tetap penting. Fokus merek Cina ini..

Dijelaskan oleh CEO Divisi Penjualan Otomotif BYD Asia Pasifik, Mr. Liu Xuelang, permasalahan infrastruktur tidak hanya terjadi di Indonesia. Namun, banyak negara mempunyai permasalahan yang sama, yaitu terbatasnya jumlah stasiun pengisian baterai roda empat di wilayah tersebut.

“Masalah infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik masih terjadi di banyak negara yang mencoba mengadopsi kendaraan listrik. Dalam 10 tahun terakhir, Tiongkok juga menghadapi masalah yang sama.”, kata Mr. Liu, saat kami bertemu di kantor pusat BYD di Shenzhen, Tiongkok, baru-baru ini .

Liu menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu, mobil listrik dapat berjalan sejauh 200 hingga 300 kilometer dengan satu baterai. Namun kini dengan berkembangnya teknologi baterai, kendaraan roda empat ramah lingkungan ini mampu menambah jangkauan hingga 400 hingga 600 kilometer.

Setelah itu, Mr. Liu menyampaikan bahwa permasalahan infrastruktur dapat diselesaikan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga, atau perusahaan yang ingin menciptakan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat bagi keduanya.

“Kami juga membuka peluang diskusi dan kerja sama dengan mitra lokal mengenai pengembangan fasilitas pengisian daya EV. Kami berharap semakin banyak pengisian daya yang tersedia di Indonesia,” tutupnya.

BYD dipastikan akan memasuki pasar mobil Indonesia pada semester I 2024. Merek asal Tiongkok itu akan bersaing di segmen mobil sport dengan menghadirkan beragam model ke Indonesia.

Sebelum memasuki pasar mobil Indonesia, BYD melakukan kajian selama dua tahun. Yang dilakukan pabrikan asal Tiongkok itu adalah melakukan riset dan kajian untuk bisa memilih segala hal sebelum melakukannya dalam kompleksitas industri mobil dunia, termasuk model pengirimannya.

“Kami memahami bahwa Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Dan pasar ini semakin berkembang, khususnya mobil. Kami sangat fokus untuk memasuki pasar Indonesia,” jelas Liu, General Manager BYD Asia Pacific Automobile Sales Department. Xueliang, dalam pertemuan di kantor pusat BYD, di Shenzhen, China, Rabu (20/12/2023).

Namun hingga saat ini belum dijelaskan secara detail mengenai kendaraan listrik yang akan dibawa BYD. Keputusan penting ini tentunya harus melihat tren model yang sedang dikembangkan di Indonesia, seperti SUV dan MPV yang menjadi pasar utama di Tanah Air.

“Soal waktu, produk dan jaringan serta segala macam informasi penting, kami akan mencari waktu yang tepat untuk menginformasikan kepada rekan media,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *