MTI Sebut Wacana Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Tambah Stasiun di Kopo Tidak Efektif

oleh -210 Dilihat
oleh

Laporan jurnalis INFOKUTIM.COM.com, Endrapta Pramudhiaz

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Perusahaan Transportasi Indonesia (MTI) menilai pidato Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang menambah stasiun di Kopo tidak efektif.

Sekretaris Forum Transportasi Jalan dan Kereta Api MTI David Tjahjana mengatakan, jika dibangun stasiun di Kopo, maka akan dekat dengan Stasiun Padalarang.

Kalaupun ditambah, harusnya terlalu dekat dengan stasiun Padalarang. Kalau terlalu dekat dengan kereta cepat, tidak efektif, ujarnya dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun MTI 2023 di Jakarta, Rabu (11/1). 27/12/2023).

Dia mengatakan, stasiun tersebut sebelumnya dipilih dibangun di Tegalluar karena memiliki ruang untuk depo kereta api, sedangkan di Padalarang karena paling dekat dengan Bandung dan integrasinya mudah.

Dalam kesempatan yang sama, General President MTI Tory Damantoro menambahkan, andalan Whoosh adalah kecepatannya.

Jika perhentiannya banyak, menurut Tory, perjalanan Whoosh akan semakin lambat karena terlalu banyak perhentian.

Menurutnya, lebih masuk akal jika pemerintah segera melakukan elektrifikasi kereta api dari kota ke Bandung.

Ada yang dari Bandung sampai Padalarang, Cimahi sampai Padalarang, Bandung sampai Kroya dan seterusnya, elektrifikasi dan dual track akan segera dilakukan, kata Tory.

“Dimaksimalkan dengan elektrifikasi, sehingga frekuensinya (perjalanan, Red.) bisa lebih tinggi atau lebih cepat,” lanjutnya.

Makanya MTI mendorong elektrifikasi ini karena menurut Tory lebih masuk akal dibandingkan harus menambah stasiun baru dalam jarak dekat.

“(Menambahkan stasiun) mengurangi kecepatan kereta kecepatan tinggi yang merupakan ciri utama kereta kecepatan tinggi,” ujarnya.

Seperti diketahui, dikutip dari TribunJabar, kereta cepat tersebut memiliki stasiun di Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.

Warga Bandung atau pengunjung ke Bandung harus mengakses bus dan menumpang untuk mencapai Tegalluar dan kereta feeder untuk mencapai Padalarang.

Rencana pembangunan stasiun kereta cepat Kopo awalnya diumumkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Jika terealisasi, pada dasarnya akan ada tiga stasiun Whoosh di wilayah Bandung yakni Padalarang, Tegalluar dan Kopo.

Terkait rencana pembangunan Stasiun Kopo, Moeldoko mengaku masih menyerahkan keputusan kepada pihak operator yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai pemegang saham.

“Silakan ambil opsi ini, tentu kewenangan ini milik KCIC. Karena ini kereta cepat Jakarta-Bandung, seharusnya berhenti di Bandung,” kata Moeldoko seperti dikutip, Jumat (12/1/2023).

Dia menjelaskan, penambahan stasiun ini diperlukan demi kenyamanan penumpang kereta berkecepatan tinggi Whoosh. Mengingat terdapat beberapa evaluasi dalam operasional KCJB yang sedang berjalan.

Salah satunya soal ketersediaan kursi pada KA penumpang atau KA pengumpan saat tiba di Padalarang. Sebab, Kota Bandung merupakan kantong utama penumpang Kereta Cepat Whoosh. Karena stasiun KCJB berada di pinggiran kota, penumpang harus berpindah ke kereta feeder atau moda transportasi lainnya.

“Penting untuk kenyamanan penumpang tidak hanya berhenti di Stasiun Padalarang dan Tegalluar,” ujarnya.

Moeldoko menambahkan, KSP akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam menjajaki kemungkinan penambahan stasiun berkecepatan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *