OJK: Industri Perbankan Tetap Berdaya Saing Hadapi Volatilitas Global

oleh -27 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan industri perbankan Indonesia tetap tangguh dan kompetitif dalam menghadapi fluktuasi global.

Hal ini terkonfirmasi dengan relatif tingginya tingkat profitabilitas yaitu Return On Asset (ROA) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) pada November 2023 masing-masing sebesar 2,73%. dan 27,89 persen secara tahunan (tahun/tahun).

Dian mengatakan pada konferensi pers online hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Desember 2023: “Di tengah ketidakpastian global dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat, sektor perbankan Indonesia tetap tangguh dan kompetitif hingga November 2023.” di Jakarta, Selasa (1 September 2024).

Terkait kinerja intermediasi, pada November 2023 kredit meningkat sebesar Rp618,43 triliun atau meningkat 9,74%. (dibandingkan periode yang sama tahun lalu), yaitu 8,99% lebih tinggi dibandingkan Oktober 2023. (dibandingkan periode yang sama tahun lalu), sehingga sebesar Rp6.965,90 triliun. Peningkatan tertinggi terjadi pada kredit modal kerja sebesar 10,14%. (tahun/tahun).

Berdasarkan struktur kepemilikan perbankan, faktor utama pertumbuhan kredit adalah Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan porsi sebesar 12,13% dan proporsi kredit sebesar 45,81% dari total kredit perbankan.

Kontribusi perbankan dalam membiayai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga dilakukan melalui pembelian obligasi korporasi non-bank dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh perbankan, sehingga rasio kepemilikan industri perbankan terhadap obligasi korporasi dan SBN mencapai Rp 269,46 triliun. dan ​Rp 1,436 triliun masing-masing. Rp, Rp 31 triliun.

Sedangkan peningkatan pendanaan eksternal (DPK) pada November 2023 tercatat sebesar 3,04%. (dibandingkan periode yang sama), lebih rendah dibandingkan Oktober 2023 sebesar 3,43%. (pada periode yang sama) sebesar Rp8.216,21 triliun dengan kenaikan DPK terbesar sebesar 3,50%. (tahun/tahun).

Perlambatan pertumbuhan DPK ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingginya pertumbuhan DPK di masa pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada tingginya base effect pertumbuhan DPK.

Penggunaan modal internal untuk operasional dan pengembangan perusahaan, konsumsi masyarakat kembali meningkat pasca pandemi berakhir, dan dampak semakin tersedianya instrumen alternatif investasi dana eksternal DPK turut berkontribusi terhadap perlambatan pertumbuhan DPK.

Selain itu, likuiditas sektor perbankan pada November 2023 berada pada tingkat yang baik dan rasio likuiditas jauh melebihi ketentuan pengawasan.

Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing meningkat menjadi 115,73%. dan 26,04%, jauh lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan sebesar 50%. dan 10 persen

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit macet neto (NPL) sebesar 0,75% dan kredit macet bruto sebesar 2,36%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *