Pakar Ingatkan Potensi 5 Penyakit pada Hewan Kurban dan Cara Pencegahannya

oleh -30 Dilihat
oleh

Reporter INFOKUTIM.COM.com Aisyah Nursyamsi melaporkan.

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA: Umat Islam akan segera merayakan Idul Adha 2024 dalam beberapa hari ke depan.

Umat ​​Islam biasanya menyembelih hewan kurban untuk memperingati Idul Adha.

Dalam hal ini dokter Ahli epidemiologi lingkungan dan ahli keselamatan kesehatan Dr. Dicky Budiman PhD mengimbau masyarakat mewaspadai banyaknya penyakit yang bisa terjadi pada hewan kurban. 1. Antraks (pneumonia atau penyakit sapi gila);

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

“Hewan atau daging yang terinfeksi; Bisa menular melalui kontak langsung dengan produk hewani seperti darah dan daging,” ujarnya saat dihubungi INFOKUTIM.COM, Kamis (6/6/2024).

Gejala orang yang terinfeksi bakteri ini antara lain demam, Bisul kulit dan masalah pernafasan. 2. Brucellosis:

Disebabkan oleh bakteri Brucella spp.

Penyakit ini ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi produk susu yang terkontaminasi.

Gejala pada manusia antara lain penyakit yang berkepanjangan; Ini termasuk nyeri sendi dan kelelahan. 3. Leptospirosis:

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira.

Penularannya bisa terjadi melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan yang terinfeksi.

Gejala pada manusia antara lain demam tinggi; Ini termasuk sakit kepala dan masalah ginjal. 4. Demam Q

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii. Ada situasi endemik khususnya di Jawa Barat.

Penyakit ini ditularkan melalui menghirup udara yang terkontaminasi dari hewan yang terinfeksi.

Gejalanya adalah demam tinggi, Nyeri otot dan nyeri di paru-paru. 5. Salmonellosis

Disebabkan oleh bakteri Salmonella.

Penyakit ini ditularkan melalui konsumsi daging atau produk hewani yang terkontaminasi.

Gejalanya adalah diare; Termasuk demam dan sakit perut.

Selain itu, Dicky juga berbagi cara memilih korban yang sehat agar terhindar dari penularan. Pertama, lakukan pemeriksaan fisik. Pilihlah hewan yang aktif, lesu, dan nafsu makan. “Pastikan bulu hewan bersih dan tidak rontok. Kulit hewan harus bebas dari luka, luka atau tanda-tanda penyakit kulit,” imbuhnya. Kedua, tarik napas dan periksa mata dan mulut Anda.

Mata harus cerah dan jernih tanpa menunjukkan tanda-tanda infeksi. Mulut dan gusi harus berwarna merah muda dan bebas dari luka dan peradangan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *