Pencegahan HIV/AIDS, Dinkes Kutim Galakkan Program Three Zero

oleh -135 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM

Sangatta – HIV/AIDS telah menjadi salah satu wabah penyakit paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Karena dampak penyakit ini juga tidak hanya di sisi kesehatan namun juga mempunyai implikasi sosial, ekonomi, etnis, agama dan hukum, bahkan cepat atau lambat akan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia.

Terkait hal tersebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggalakkan program Three Zero HIV/AIDS (Zero Infeksi Baru HIV, Zero Kematian terkait AIDS, Zero Stigma diskriminasi). Program ini merupakan program yang disuarakan oleh Kementrian Kesehatan terkait target Indonesia menuju Three Zero pada tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal beberapa waktu ini saat ditemui oleh wartawan diruang kerjanya.

“Three zero HIV atau AIDS diantaranya zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma-diskriminasi,” ungkap Kepala Dinkes tersebut.

Dirinya menjelaskan, three zero pertama adalah tidak ada lagi masyarakat yang baru terinfeksi HIV.

Kemudian, three zero yang kedua ialah tidak ada lagi kematian terhadap penyakit HIV/AIDS selama penyintas rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Pasalnya penyintas HIV/AIDS itu mengetahui bahwa penyakit yang dideritanya tidak dapat disembuhkan.

“Namun selama mereka meminum ARV bisa menekan virus yang menyerangnya, jadi tidak ada lagi kematian karena sudah mengerti dan teratur minum obatnya,” jelasnya.

Selanjutnya, three zero ketiga adalah tidak ada lagi stigma negatif terhadap penyakit HIV/AIDS yang diderita orang lain. Dimana, masyarakat bisa menganggap bahwasanya penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit biasa yang membutuhkan terapi obat.

Sehingga dengan harapan dari zero kedua tersebut masyarakat tidak ada lagi mengucilkan penyintas HIV/AIDS yang ada disekitarnya.

“Nah dengan adanya program pemerintah pusat tersebut kami terus membuat program khusus di daerah dan terus meningkatkan pelayanan HIV/AIDS,” ucapnya.

Paling tidak dalam meningkatkan pelayanan, pihaknya memperluas pelayanan ketersediaan obat ARV bagi penyintas HIV/AIDS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *