Penyakit Pernapasan Pada Anak Meningkat di China, WHO Minta Laporan Lanjutan

oleh -86 Dilihat
oleh

Laporan koresponden INFOKUTIM.COM.com Aisha Nursiyamsi

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Otoritas Tiongkok dari Komisi Kesehatan Nasional melaporkan peningkatan kasus penyakit pernapasan di Tiongkok.

Dalam konferensi pers pada 13 November 2023 disebutkan bahwa pemerintah Tiongkok mengaitkan peningkatan tersebut dengan pencabutan pembatasan Covid-19 dan penyebaran patogen tersebut.

Seperti influenza, Mycoplasma pneumoniae (infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak), respiratory syncytial virus (RSV) dan SARS-CoV-2.

Para pemangku kepentingan di Tiongkok juga menekankan perlunya meningkatkan pengawasan penyakit di fasilitas kesehatan dan lingkungan masyarakat.

Dalam hal meningkatkan kemampuan sistem kesehatan dalam merawat pasien.

Juga pada tanggal 21 November, media dan ProMED melaporkan sekelompok kasus pneumonia yang tidak terdiagnosis di antara anak-anak di Tiongkok utara.

Tidak jelas apakah hal ini terkait dengan peningkatan umum infeksi saluran pernapasan yang sebelumnya dilaporkan oleh pihak berwenang Tiongkok, atau hanya merupakan insiden yang terisolasi.

Terkait hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization telah mengajukan permintaan resmi kepada China.

Pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia dalam situs resminya, dikutip INFOKUTIM.COM, Senin (27/11/2023), “Saya ingin memperoleh informasi detail terkait peningkatan penyakit pernapasan dan laporan klaster pneumonia pada anak.”

Selain itu, pada tanggal 22 November, WHO meminta informasi epidemiologi dan klinis tambahan, serta hasil laboratorium untuk kelompok anak-anak yang dilaporkan ini, melalui mekanisme Peraturan Kesehatan Internasional.

“Kami juga meminta lebih banyak informasi mengenai tren terkini dalam penyebaran patogen yang diketahui termasuk influenza, SARS-CoV-2, RSV, dan Mycoplasma pneumoniae,” tambah WHO.

Seperti beban yang dihadapi sistem pelayanan kesehatan saat ini. Ilustrasi pneumonia (Kompas.com)

WHO juga memelihara kontak dengan dokter dan ilmuwan melalui kemitraan dan jaringan teknis yang ada.

Sejak pertengahan Oktober, Tiongkok bagian utara telah melaporkan peningkatan penyakit mirip influenza dibandingkan dengan periode yang sama pada tiga tahun sebelumnya.

Tiongkok memiliki sistem untuk menangkap informasi tentang tren influenza, penyakit mirip influenza, RSV dan SARS-CoV-2, dan melaporkannya ke platform seperti Sistem Pengawasan dan Respons Influenza Global.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia sedang mencari informasi tambahan ini, dan merekomendasikan agar masyarakat di Tiongkok mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit pernafasan.

Termasuk vaksinasi yang dianjurkan.

Jaga jarak dengan orang yang sakit atau tetap berada di rumah saat sakit.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan: “Lakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan seperlunya, kenakan masker jika diperlukan, pastikan ventilasi yang baik, dan cuci tangan secara teratur.” Rumah sakit di Tiongkok penuh dengan anak-anak yang sakit. Gambar seorang anak yang sakit dalam pelukan ibunya di sebuah rumah sakit di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok tengah pada tanggal 29 Juni 2010. (STR/AFP)

Seperti diberitakan INFOKUTIM.COM.com sebelumnya, rumah sakit kewalahan menampung pasien anak dalam jumlah besar.

Banyak rumah sakit di Tiongkok dipenuhi oleh sejumlah besar anak-anak yang menderita penyakit pernapasan misterius.

Sebuah rumah sakit anak-anak di Beijing mengatakan kepada media pemerintah bahwa setidaknya 7.000 pasien dirawat setiap hari.

Jumlah pasien anak tentu melebihi kapasitas biasanya.

Selain itu, rumah sakit terbesar di dekat Tianjin melaporkan bahwa jumlah anak yang menderita penyakit pernapasan misterius meningkat lebih banyak dari biasanya.

Pekan lalu, rumah sakit tersebut menerima lebih dari 13.000 anak di unit rawat jalan dan unit gawat darurat, Independent.co.uk melaporkan.

Program internasional untuk Pemantauan Penyakit yang Muncul (ProMED) melaporkan bahwa peningkatan jumlah anak yang menderita penyakit pernapasan telah melampaui jumlah rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *