Penyebab Bayi Lahir Prematur, Salah Satunya Ibu Mengalami Hipertensi

oleh -46 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta – Tekanan darah sebaiknya dijaga selama kehamilan. Jika Anda memiliki penyakit darah tinggi alias darah tinggi, maka bisa berdampak buruk bagi ibu dan janin.

Tekanan darah tinggi pada ibu hamil merupakan gejala khas preeklampsia. Sayangnya, ini adalah komplikasi kehamilan yang sering terlambat terdiagnosis.

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Gejalanya berupa pembengkakan di beberapa bagian tubuh, sesak napas, mual dan muntah, jelas Rinavati Rohsiswatmo, ahli neonatologi anak di RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Selama kehamilan, janin menerima oksigen dan nutrisi dari darah yang melewati plasenta. Namun, tekanan darah tinggi selama kehamilan mengurangi aliran darah ke plasenta. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Selain itu, pengapuran tali pusat membuat makanan tidak bisa masuk ke janin. Jumat, 15 Desember 2023 “Inilah Penyebab Kelahiran Prematur,” kata dokter yang akrab disapa Rina itu.

Oleh karena itu, Rina menekankan agar perempuan harus berhati-hati dan waspada terhadap risiko penyakit darah tinggi. Baik wanita sedang hamil atau tidak, penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan tekanan darah.

Kelahiran prematur dapat menyebabkan masalah jangka pendek dan jangka panjang. Rina menjelaskan, komplikasi jangka pendek antara lain gangguan pernapasan, suhu tubuh rendah, penyakit jantung, pendarahan otak, dan anemia.

“Pada saat yang sama, masalah kesehatan jangka panjang pada bayi prematur antara lain kerusakan otak, penglihatan, pendengaran, dan gangguan mental,” kata Rina.

Dengan perawatan dan perhatian yang tepat, bayi prematur memiliki peluang terbaik untuk hidup sehat. Meskipun biayanya mahal, namun pelayanan kesehatan yang berkualitas sangatlah penting.

Oleh karena itu, Rina menyarankan untuk melakukan tindakan preventif untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

Bayi prematur tidak akan tumbuh atau berkembang. Oleh karena itu, bayi prematur lebih mudah sakit dibandingkan bayi cukup bulan.

Sebab, bayi prematur tersebut dilahirkan dalam kondisi yang semakin membaik. Sayangnya, bayi prematur ini memiliki imunitas yang lebih rendah dibandingkan anak normal sehingga lebih mudah sakit, jelas Rina.

Bayi prematur belum sepenuhnya berkembang secara mental, selain status fisik dan kekebalan tubuhnya. Hal ini dapat menyebabkan masalah kecemasan pada beberapa bayi prematur.

Pertumbuhan, perkembangan dan pengobatan bayi prematur tidak bisa sama dengan bayi cukup bulan. Di bawah ini adalah kategori usia kehamilan bayi prematur. Prematur, 34-36 minggu.

Dalam beberapa kasus, bayi prematur biasanya lahir antara usia kehamilan 34 dan 36 minggu. Padahal, minggu-minggu terakhir dalam kandungan sangat penting untuk tumbuh kembang anak secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *