Perumusan Pasal Tembakau di RPP Kesehatan Dinilai Perlu Libatkan Pedagang Rokok

oleh -45 Dilihat
oleh

Laporan jurnalis INFOKUTIM.COM.com, Fahdi Fahlevi

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diingatkan agar seluruh organisasi, termasuk pengusaha, dalam rumusan pasal dalam rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penerapan Undang-Undang Kesehatan Tahun 2023 tentang Perlindungan Bahan Adiktif ( kesehatan RPP).

Diketahui, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan menerapkan aturan baru, mulai dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dalam bentuk RPP Kesehatan. 

Peneliti Universitas Jember Fandi Setiawan mengatakan penerapan pasal tembakau dalam RPP Kesehatan berdampak pada sebagian pedagang.

Kuncinya adalah siapa yang harus diajak bicara oleh para pemangku kepentingan. Masyarakat (siapa) yang harus terkena dampak keputusan tersebut, kata Fandi melalui suratnya, Jumat (15/12/2023).

Ia juga mengingatkan, kepentingan masyarakat harus diperhatikan dalam rencana yang akan dikeluarkan.

Ia kemudian meminta agar komunikasi di Kementerian Kesehatan dengan pemangku kepentingan tetap terjaga.

“Pertanyaannya, sejauh mana Kementerian Kesehatan telah menyampaikan isu atau materi hukum dalam aturan tentang zat adiktif (barang tembakau) tersebut ke dalam perintahnya?”

Padahal, menurut dia, industri hilir tembakau dikelilingi peraturan yang sangat ketat, lebih dari tiga ratus peraturan.

Sementara itu, setidaknya terdapat 6 juta masyarakat Indonesia yang terhubung langsung dengan ekosistem tembakau nasional.

Fandi pada prinsipnya setuju bahwa negara harus memberlakukan peraturan untuk produk tembakau.

“Tetapi jangan bicara larangan yang bersifat membatasi karena produk tembakau ini bukan produk terlarang,” ujarnya.

Beberapa kebijakan pelarangan yang paling menonjol dan menuai protes dari berbagai kalangan pengusaha adalah rencana pelarangan penjualan rokok dan pelarangan pemajangan produk tembakau di tempat penjualan.

Salah satu pihak yang terkena dampak aturan ini adalah pemilik kafe (warkop) yang pendapatannya berasal dari penjualan rokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *