Projek Sosial Mahasiswa Paramadina: Punya Skill Komunikasi, Bagaimana Peluang Kerjanya?

oleh -107 Dilihat
oleh

JAKARTA – Kemampuan berkomunikasi dengan jelas dan efektif di tempat kerja merupakan keterampilan umum yang selalu dibutuhkan di segala bidang. Menguasai keterampilan komunikasi dapat membantu orang melihat diri mereka sebagai kandidat yang berbeda.

Saat ini, keterampilan komunikasi telah berkembang menjadi banyak fitur seperti presentasi, membuat email, memberikan umpan balik, dan berbisnis. Aldi Rinaldi, General Manager Co-Learning Program, menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi merupakan keterampilan utama seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja. Oleh karena itu, keterampilan ini perlu diajarkan sejak usia dini.

Karena keadaan tersebut, ia bersama lima mahasiswa Magister Komunikasi Korporat Universitas Paramadina antara lain Ismoko Vidjaya, Sigit Sutrisno, Selfie Miftahul Janna, Falasifa, mengikuti proyek sosial untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang dunia komunikasi Yuliana Putri Aprianto. Lebak Bulus.

“Banyak dari kita yang hanya mengetahui pekerjaan-pekerjaan terkenal, namun anak-anak masih belum memiliki pekerjaan di bidang komunikasi.” Kami ingin menyampaikan ilmu tentang pekerjaan di dunia komunikasi yang menjanjikan masa depan dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Anak-anak Kelompok Asuh Pelita Hathi mengucapkan selamat hari yang indah dan bahagia bersama kami. Kami juga berharap dapat mengambil manfaat dari hal ini,” kata Kelompok Asuhan Pelita Hati di Jakarta Selatan saat ditemui di Lebak Bulus, Sabtu (17/6/2023).

Dijelaskannya, mereka yang berada di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) perlu diberikan pencerahan sejak dini agar mengetahui apa saja yang bisa dilakukan agar siap memasuki dunia kerja. Aldi menjelaskan, peluang bekerja di bidang komunikasi sangat luas. Semua lini bisnis membutuhkan gelar dalam bidang komunikasi di garis depan strategi komunikasi untuk membangun nama perusahaan yang baik dan kebijakan sosial yang strategis.

“Itulah sebabnya suatu perusahaan lebih terintegrasi dengan masyarakat, karena lulusan komunikasi mempunyai pengetahuan yang cukup untuk mengartikan suatu merek sehingga perusahaan dapat dipahami secara keseluruhan oleh masyarakat,” jelasnya.

Apalagi di era perkembangan teknologi digital yang pesat ini, bidang komunikasi melengkapi perkembangan tersebut.

“Tidak ada yang bisa menggantikan interaksi antar manusia. Pekerjaan kami membutuhkan sentuhan manusia, yang tidak kami dapatkan dengan menggunakan AI, sehingga pekerjaan kami di masa depan akan membantu hal tersebut agar tidak tergantikan. Agar tidak ketinggalan, kami Kita harus mengikuti tren, meningkatkan keterampilan dan tidak menutup mata terhadap perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dikendalikan, bukan dikendalikan, “jelasnya.

Kelompok Lebak Bulus Asuh Pelita Hati Jakarta Selatan merupakan kelompok sosial yang bergerak di bidang pendidikan yang fokus di restoran Lebak Bulus, jelas koordinator relawan Syahril Ramadan. Pembelajaran terorganisir bervariasi dari pendidikan agama hingga pendidikan formal.

“Jumlah anak rata-rata di sekolah formal dan informal sekitar 95 orang. Di sini kami ingin anak-anak ini setidaknya bisa mengingat ayat-ayat pendek Juz 30 dan kami berharap para siswa harus bisa belajar di perguruan tinggi. kelompok sosial ini mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui pendidikan”, ujarnya, sesuai penjelasannya. Upaya penerapan GCG secara berkesinambungan dengan bekerjasama erat dengan semua pihak dalam memberikan informasi kepada masyarakat dalam penerapan GCG merupakan upaya untuk menciptakan hubungan baik.INFOKUTIM.COM.co.id 25 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *