Sasar Sekolah, Mahasiswa dan Dosen, Kemenag Promosikan Moderasi Beragama di Jepang

oleh -39 Dilihat
oleh

TOKYO – Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) menggalakkan kesopanan beragama di sekolah-sekolah Tokyo di Republik Indonesia (SRIT) di Jepang. Ada juga kampanye promosi di antara banyak mahasiswa dan guru di universitas di negeri Sakura.

Direktur Pendidikan Agama Islam Amrullah menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang tidak bisa lepas dari dunia agama. Kedewasaan beragama dan keamanan nasional merupakan dua hal yang saling berkaitan yang bertujuan untuk menjaga kedaulatan negara.

“Kesopanan beragama memungkinkan kita mengamalkan agama dengan baik. Ada juga bela negara, cara memperkuat negara kita. Oleh karena itu, kedua isu ini seimbang, kata Amrullah dari Jepang, Rabu, 20 Desember 2023 dalam keterangan resminya, Minggu (24 Desember 2023).

Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi menyambut baik program Kementerian Agama tentang kesopanan beragama. Mantan anggota DPR ini menjelaskan, gagasan kesopanan beragama sangat penting bagi kondisi kehidupan masyarakat Indonesia di Jepang, baik pekerja maupun pelajar.

“Saat ini jumlah WNI di Jepang sudah mencapai 120.000 orang, dan sebagian besar dari mereka adalah pekerja aktif dalam forum dan pertemuan keagamaan yang isinya penting untuk mempertebal rasa cinta tanah air,” ujar Class. Lulus dari Teknik ITB tahun 1972 di Bahasa Indonesia Baru Gedung kedutaan. di Tokyo.

Selama berada di Jepang, tim Manajemen PAI juga bertemu dengan Profesor Hisanori Kato dari Chuo University di Tokyo. Pengenalan kedewasaan beragama kembali dilakukan melalui seminar yang dihadiri mahasiswa Jepang dan beberapa guru di kampus.

Profesor Kato menyambut baik kedatangan delegasi Kementerian Agama untuk memperkenalkan kedewasaan beragama dalam bidang pendidikan di mata mahasiswa Jepang yang mempelajari bahasa dan mempelajari budaya Indonesia.

Rumah Kebebasan Beragama

Pekan lain di Jepang, tim Kemenag juga menggelar pertemuan dengan mahasiswa NU di Masjid Taqwa Koga Jepang. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pendirian Pusat Keagamaan di luar negeri.

“Kami sangat gembira dengan ide ini. Hal ini juga sangat penting untuk program yang telah kami lakukan sejak saat itu. “Masyarakat menginginkan ceramah keagamaan dan program yang menyentuh hubungan antara kebutuhan spiritual dan organisasi yang moderat dan terbuka,” kata Presiden Persatuan Islam Indonesia (KMII) di Jepang, Muhammad Zahrul Muttaqin.

Pendapat serupa diungkapkan Presiden PCI NU Jepang Achmad Ghazali. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir, pelajar Indonesia dan masyarakat Indonesia di Jepang membutuhkan konten medium namun tidak khusus tentang agama dan literasi.

“Kami akan mengundang seluruh lapisan, baik dari NU maupun anggota ormas lain seperti Muhammadiyah,” kata ilmuwan dari National Agricultural and Food Research Organization (NARO) Jepang itu.

Selama sepekan di Jepang, tim Kementerian Agama mengunjungi SRIT, Chuo Universities, Waneda University, serta bertemu dengan mahasiswa dan pengajar di kantor PCINU di Kota Koga, Prefektur Ibaraki, Jepang, dalam rangka penguatan kedewasaan beragama dan keamanan nasional di luar negeri (MBBN). . ) program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *