Sejahterakan Petani, Pria Ini Kembangkan Teknologi Jual Hasil Panen ke Pasar Internasional

oleh -105 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM Digital – Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan berbagai hal, mulai dari daratan yang luas, budaya yang melimpah hingga sumber daya yang melimpah. Tentu saja sumber daya yang melimpah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Kekayaan yang tidak terbendung ini akan membuat masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. Misalnya saja jika ditanam tanaman yang ramah lingkungan maka akan berdampak positif terhadap keberlangsungan hidup masyarakat.

Selain itu, Indonesia mempunyai iklim tropis sehingga setiap tanaman dapat tumbuh secara optimal dan produktif. Namun kenyataannya tidak semua tanaman di Indonesia mendatangkan keuntungan bagi petani karena harganya yang sangat murah.

Hal ini menjadi perhatian Muhammad Xaria Yusuf. Fokus utamanya adalah pada rendahnya harga minyak sawit yang dipanen oleh tengkulak. Bahkan, kelapa sawit yang dimiliki para petani ini bisa dikatakan mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Selanjutnya, Muhammad Xaria Yusuf bersama beberapa temannya dari berbagai latar belakang mengembangkan program berbasis teknologi bernama InacomID. Mereka terdiri dari pengusaha logistik, mantan pegawai bea cukai, penjual produk pertanian, dan pakar IT.

Tujuan utama kehadiran orang-orang kreatif ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Mereka akan menghubungkan petani, pemilik tanah, dan UMKM dengan pasar lokal dan internasional untuk kegiatan jual beli agar lebih menguntungkan.

Menariknya, mereka juga bekerja secara langsung untuk mengedukasi masyarakat tentang praktik pertanian terbaik. Hal ini dikarenakan petani masih menggunakan cara tradisional sehingga sulit mengontrol kualitas produk yang dihasilkan. Berkat inovasinya tersebut, Muhammad Xaria Yusuf mendapatkan penghargaan SATU Astra Indonesia pada tahun 2020.

Selain itu, InacomID juga memberikan edukasi kepada petani bahwa nilai barang tertentu meningkat tajam sehingga tidak disarankan menjualnya ke tengkulak dengan harga murah. Hal ini meningkatkan daya tawar terhadap bahan baku pertanian.

Sebelumnya, petani di Tembilahan dan Indragiri Hilir hanya menerima Rp400-1.300 per kg. Kini mereka bisa menjual hasil panennya hingga Rp750-2.100 per kg. InacomID sendiri kini beroperasi di Tembilahan dan Indragiri Hilir, Tanjung Jabung Timur, Lampung Selatan, Surabaya serta Buton Utara dan Donggala. Skenario global mengenai harga pangan: Jika Rusia memenangkan perang, harga pangan akan naik sebesar 23 persen. Sejumlah faktor menjadi dasar perkiraan jika Rusia memenangkan perang, harga pangan akan naik hingga 23 persen. INFOKUTIM.COM.co.id 28 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *