Setelah Asteroid Bennu, NASA Ambil Sampel God of Chaos

oleh -80 Dilihat
oleh

JAKARTA – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan misi untuk menangkap “Dewa Kekacauan” sebelum melintasi orbit Bumi.

Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx milik NASA menjalani satu misi terakhir setelah menyelesaikan misi bersejarahnya mengumpulkan sampel asteroid di luar angkasa. Kali ini misinya adalah mempelajari asteroid dekat Bumi lainnya.

Fox News melaporkan Kamis (28/12/2023) bahwa OSIRIS-REx telah menyelesaikan perjalanan tujuh tahun sejauh 4 miliar mil ke asteroid Bennu untuk mengumpulkan sampel. Namun, alih-alih mematikan pesawat luar angkasa tersebut, tim malah mengusulkan untuk mengirimkannya pada misi kedua ke asteroid Apophis, yang diperkirakan akan melintas lebih dekat ke Bumi pada tahun 2029.

Mereka akan mengganti nama satelit OSIRIS-APEX (Asal, Interpretasi Spektral, Identifikasi Sumber, Keamanan – Apophis Explorer). “Ini adalah pengalaman alami yang luar biasa dari kedekatan asteroid,” kata Penyelidik Utama OSIRIS-APEX Danny Mendoza Della Giustina.

Ilmuwan NASA percaya bahwa kekuatan laut dan pertambahan sedimen adalah proses utama yang berperan dalam pembentukan planet ini. Proses ini dapat memberikan informasi bagaimana tata surya berkembang dari awal keruntuhan hingga menjadi planet dewasa.

Apophis adalah batu luar angkasa selebar 1.000 meter yang dinamai menurut nama dewa Mesir, “Dewa Kekacauan”. Asteroid tersebut, yang pertama kali ditemukan pada tahun 2004, diperkirakan akan melintas dalam jarak 20.000 mil dari permukaan bumi pada tanggal 13 April 2029 — lebih dekat dibandingkan beberapa satelit.

Sebuah bintang melewati Bumi hanya sekali setiap 7.500 tahun. Para ilmuwan awalnya mengatakan hanya ada 3% kemungkinan asteroid menabrak Bumi, tetapi seiring berjalannya waktu mereka menyadari bahwa tidak akan ada tabrakan pada tahun 2029, dan Apophis tidak akan melakukan perjalanan kembali pada tahun 2036.

Jarak yang dekat dengan Bumi akan mengubah orbit asteroid dan durasi hari asteroid—biasanya 30,6 jam. Hal ini juga dapat menyebabkan getaran dan gempa bumi di Apopa, yang kemudian dapat mengekspos material di bawah asteroid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *