Sinergi Multi Lestarindo Patok Harga IPO Rp 175 per Saham

oleh -79 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 175 per saham. Dalam aksi tersebut, Sinergi Multi Lestarindo menerbitkan 465.625.000 saham.

Dengan demikian, perseroan akan mendapat Rp 81,48 miliar dari IPO. Rp. Perseroan saat ini sedang memulai masa penawaran umum yang akan berlangsung pada 2 Januari 2024 dan berakhir pada 8 Januari 2023.

Sebagai pemanis, perseroan juga menerbitkan sekaligus sebanyak-banyaknya 232.812.500 waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak-banyaknya 12,50 persen dari jumlah seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pembagian. Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak atas satu waran seri I, sedangkan setiap waran seri I memberikan hak untuk membeli satu saham baru perseroan yang diterbitkan dalam portepelnya.

Waran Seri I yang diterbitkan memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengambil bagian saham perseroan dengan nilai nominal Rp10 per saham dengan harga pelaksanaan Rp200-210 per saham. Total dana Waran Seri I tidak lebih dari 48,89 miliar. Rp. dana IPO

Perseroan berencana menggunakan dana IPO sebesar Rp6 miliar untuk mengakuisisi gudang khusus bahan baku guna memfasilitasi pertumbuhan modal kerja. Rinciannya masing-masing Rp 2 miliar untuk bahan baku bahan makanan khusus, udang untuk bahan baku khusus perawatan diri dan kosmetik, serta gudang bahan baku khusus bahan kimia khusus industri.

Sekitar Rp3,4 miliar selanjutnya akan dialokasikan untuk mengembangkan laboratorium penelitian dan pengembangan perseroan guna menghasilkan prototipe dan formulasi yang lebih cepat dan beragam untuk memenuhi kebutuhan spesifikasi bahan baku setiap pelanggan.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku yang akan digunakan pada unit usaha bahan makanan, bahan perawatan pribadi dan kosmetik serta unit usaha bahan kimia industri.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran Seri I akan digunakan perseroan sebagai modal kerja perseroan untuk membeli bahan baku yang akan digunakan untuk bahan makanan, bahan perawatan pribadi dan kosmetik, serta untuk keperluan industri. unit usaha bahan kimia tambahan.

Diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sekitar 62 saham baru akan dicatatkan melalui penawaran umum perdana (IPO). Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2023. Keberhasilan IPO yang mencapai 79 emiten.

“Kalau bicara IPO tahun depan, 61 atau 62,” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman, Senin.

Pada tahun 2023, bursa setidaknya telah mencapai setengah dari target IPO sebanyak 30 perusahaan hingga akhir tahun. Berdasarkan POJK nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 9 perusahaan yang memiliki aset melebihi 250 miliar. Rp. Kemudian 19 perusahaan dengan rata-rata aset 50 miliar atau lebih. Rp s/d Rp 250 miliar, sisanya 2 perusahaan dengan aset di bawah Rp 50 miliar. Sedangkan informasi sektornya adalah sebagai berikut:

• 3 perusahaan di bidang bahan baku

• 6 perusahaan di sektor siklus konsumen

• 4 perusahaan non-siklus di sektor konsumen

• 2 perusahaan energi

• 0 perusahaan sektor keuangan

• 0 perusahaan di sektor kesehatan

• 5 perusahaan sektor industri

• 3 perusahaan di bidang infrastruktur

• 1 perusahaan sektor real estate dan real estate

• 5 perusahaan di bidang teknologi

• 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Secara total, bursa ingin memasukkan surat berharga baru yang terdiri dari saham, surat utang, dan sukuk (EBUS) serta 230 surat berharga yang diterbitkan pada tahun 2024.

Sasaran ini lebih tinggi dari sasaran revisi tahun ini yaitu 200 catatan, namun jauh di bawah sasaran tahun lalu yaitu 200 catatan pada tahun 2023. Pada tanggal 27 Desember, 385 catatan telah tersedia.

Selain itu, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) 12,25 triliun dan 2 juta investor baru. Tahun depan di bursa pada tahun 2024. juga akan mulai berinvestasi dalam satu kendaraan investasi berjangka ekuitas (SSF) pada kuartal pertama.

Seperti yang telah disebutkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai hasil yang mengesankan di tahun 2023. Salah satunya adalah bursa menduduki peringkat ke-6 perusahaan IPO dunia dengan 79 emiten baru.

“Pada tahun 2023, terdapat 79 emiten IPO di Indonesia atau 6 persen dari total IPO global dan menduduki peringkat ke-6 dunia,” kata Presiden BEI Iman Rachman dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu. 30.12.2023).

Akan ada 1.298 IPO di dunia pada tahun 2023. Indonesia berada tepat di bawah Bursa Efek Tokyo dengan 86 IPO, yang merupakan 7 persen dari IPO global.

Bursa India menduduki peringkat teratas dengan 220 IPO atau 17 persen dari total IPO, diikuti oleh Shenzhen dengan 129 IPO atau 10 persen dari total IPO. Di posisi ketiga ada bursa Amerika dengan 105 IPO. atau 8 persen dari total IPO global dan Shanghai memiliki 86 IPO atau 8 persen dari total IPO global.

Sedangkan Indonesia dengan 3,6 miliar Rp. Capaian tersebut setara dengan 3 persen dari total dana yang dihimpun dari IPO global yang mencapai $123,3 miliar. Rp.

Selama tahun 2023, pencatatan efek baru di BEI meliputi 79 saham, 120 penerbitan obligasi, 3 ETF, 2 EBA-SP, dan 182 waran terstruktur, dengan total nilai saham Rp 54,14 triliun dan obligasi Rp 126 triliun.

“Penambahan 79 saham baru dalam daftar perdagangan pada tahun 2023. Ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” imbuh Iman.

Jumlah perusahaan yang tercatat di BEI hingga saat ini mencapai 903 emiten. Jumlah ini meningkat sebesar 9,3 persen. Asen berada di peringkat kedua regional setelah Bursa Malaysia dengan 990 emiten atau meningkat 2,1 persen.

Sebelumnya diberitakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan tumbuh positif di tahun 2023. Hal ini terjadi dalam suasana ketidakpastian secara umum.

IHSG melonjak 6,1 persen menjadi 7.272,8 hingga 7.272,8 ytd (Ytd), mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis Sabtu (30/12/2023). Kinerja positif tersebut membawa IHSG menduduki peringkat kedua di ASEAN. Sedangkan pertumbuhan IHSG menduduki peringkat ke-7 kawasan Asia Pasifik. Secara global, pertumbuhan IHSG berada di peringkat 24.

Herditya Wicaksana, Analis PT MNC Sekuritas, mengatakan pergerakan IHSG dipengaruhi banyak hal, termasuk menyambut tahun politik. Lalu terjadilah konflik di Timur Tengah. Apalagi saat itu kebijakan The Fed lebih panjang lagi, kata Herditya saat dihubungi INFOKUTIM.COM.

Sepanjang tahun 2023, saham sektor infrastruktur mencatatkan keuntungan terbesar. Sektor saham infrastruktur tumbuh 80,75 persen. Disusul saham-saham sektor bahan baku atau bahan baku yang menguat 7,51 persen, dan saham-saham sektor keuangan menguat 3,07 persen. Selain itu, sektor diskresi konsumen menguat 0,82 persen dan sektor real estate menguat 0,41 persen.

Sedangkan sektor saham teknologi turun 14,07 persen. dan melihat koreksi terbesar. Disusul saham sektor kesehatan yang turun 12,07 persen, saham energi yang turun 7,84 persen, dan saham industri yang turun 6,86 persen. Selain itu, sektor pengangkutan dan logistik melemah 3,64 persen, sedangkan sektor barang konsumsi melemah 3,46 persen.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp 10,75 triliun dengan volume harian Rp 19,8 miliar. dan frekuensi transaksi harian 1,2 juta.

Rekor baru kapitalisasi pasar terbesar sepanjang sejarah tercapai pada 2023. 28 Desember mencapai Rp 11,762 triliun. Rekor baru lainnya untuk volume perdagangan harian terbesar dalam sejarah juga tercatat – 89 miliar. tindakan pada tahun 2023 pada tanggal 31 Mei.

Dari sisi pertumbuhan investor, jumlah investor di pasar modal meningkat 17,95% dari 10,31 juta pada tahun 2023. pada tahun 2022 dan pada tahun 2023 27 Desember

Jumlah tersebut meliputi jumlah investor saham dan surat berharga lainnya (5,25 juta), reksa dana (11,40 juta), surat berharga negara atau SBN (1 juta). Sedangkan pada 27 Desember 2023, menurut demografi, investor di pasar modal masih didominasi oleh laki-laki 62,03%, berusia di bawah 30 tahun 56,41%, pegawai (negeri, swasta dan guru) 31,77%, lulusan 64,19%, berpenghasilan 45,80% 10 -100 juta/bulan. dan 67,68% persen tinggal di Pulau Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *