Smelter PT ITSS Morowali Meledak, DPR Segera Panggil Kementerian ESDM dan Kemenperin

oleh -31 Dilihat
oleh

Laporan koresponden INFOKUTIM.COM.com, Ismoyo

INFOKUTIM.COM.COM, JAKARTA – Komite VII DPR RI segera memanggil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian pasca ledakan dan kebakaran di pabrik pengolahan nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Baja .

Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya dan kementerian akan membahas tata cara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di pabrik pengolahan mineral atau smelter yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Nanti pada sidang berikutnya kami akan memanggil Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan pelaku usaha di bidang peleburan, jelas Eddy kepada INFOKUTIM.COM, Rabu (27/12/2023).

“Somasi ini untuk kami selidiki lebih lanjut dan lihat tata cara K3 di masing-masing smelter,” lanjutnya.

Diketahui, pabrik pengolahan nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) mengalami kebakaran.​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

ITSS sendiri merupakan salah satu tenant yang beroperasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

Bencana tersebut bermula dari kecelakaan yang dialami oleh beberapa pekerja saat mereka sedang memperbaiki tungku dan memasang pelat pada tungku.

Akibat kecelakaan tersebut, Eddie Soeparno pun mengumumkan penutupan pabrik pengolahan nikel ITSS.

Sebaiknya ITSS melakukan penangguhan ini hingga hasil laporan pemeriksaan keluar.

Ia pun mendorong aparat penegak hukum menyelidiki penyebab permasalahan tersebut.

“Dari sisi ITSS, saya meminta selama proses penyidikan ini masih berjalan, kegiatan operasional dihentikan sementara menunggu hasil penyidikan,” kata Eddy.

“Ini untuk melihat apakah ada permasalahan lain yang perlu diselesaikan,” lanjutnya.

Eddy juga meminta pemerintah mengkaji ulang penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh pabrik pengolahan mineral atau smelter.

Eddie tidak ingin kecelakaan mengerikan terulang kembali di kemudian hari.

“Kami juga meminta pemerintah melakukan audit terhadap smelter ITSS dan seluruh smelter yang ada untuk melihat secara spesifik bagaimana program K3 yang dilaksanakan oleh masing-masing smelter,” jelas Eddy.

Padahal kecelakaan yang terjadi di smelter ITSS merupakan dugaan pelanggaran keselamatan dan kesehatan kerja, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *