Sub Holding PalmCo Diyakini Bikin PTPN Lebih Fleksibel Dalami Bisnis Sawit

oleh -98 Dilihat
oleh

JAKARTA – Pengamat Ekonomi dan Akademisi Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengapresiasi keputusan yang diambil Pemerintah melalui Kementerian BUMN dan PTPN Group, khususnya pembentukan Sub Holding PalmCo yang mengelola bisnis kelapa sawit.

“Saya sangat mengapresiasi hal ini karena akan memberikan fleksibilitas bagi PalmCo untuk fokus pada bisnis kelapa sawit yang dikelola secara terpisah,” kata Fahmy Radhi saat menjawab wartawan di Jakarta, Kamis (21/12/2023).

“Pendalaman bisnis akan terjadi dengan hadirnya sub-konglomerasi PalmCo, sehingga perusahaan juga akan lebih leluasa dalam mengatasi beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi perusahaan dan pemerintah di industri kelapa sawit tanah air,” lanjutnya. . Fehmi Radhi.

Ia mengatakan Sub Holding PalmCo yang merupakan hasil konsolidasi berbagai unit usaha perseroan ke dalam Grup PTPN akan memiliki kebebasan lebih besar untuk mengembangkan bisnis bahan baku pangan atau energi di industri kelapa sawit.

Ia menambahkan, PalmCo berharap bisa lebih fleksibel dalam beradaptasi dengan kebijakan nasional di industri tersebut karena sudah ada sub-konglomerat dalam sistem yang khusus menangani produk minyak sawit.

Selain itu, Fahmy Radhi mengatakan PalmCo diyakini juga dapat berperan dalam memitigasi beberapa tantangan di industri kelapa sawit yang masih sangat kompleks di tanah air.

“Permasalahan sawit juga cukup kompleks, apalagi karena kebijakan nasional apakah sawit untuk pangan atau energi masih belum terselesaikan. Jadi PalmCo jika konsisten dengan visi awalnya akan mampu mengurangi dampak permasalahan kelapa sawit,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, saat ini setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit. Yang pertama menyangkut persoalan kebijakan nasional mengenai pemanfaatan minyak sawit untuk pangan atau energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *