Tanda Penyakit Jantung yang Bisa Disalahartikan Sebagai Flu

oleh -24 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, JAKARTA – Jantung merupakan salah satu organ vital manusia yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, gangguan jantung apapun bisa berbahaya, bahkan berakibat fatal.

Di Inggris, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu penyebab utama kematian. Penyakit jantung menyumbang sekitar seperempat kematian setiap tahunnya.

Juga dikenal sebagai penyakit kardiovaskular, penyakit ini mengacu pada sejumlah kondisi yang memengaruhi jantung dan sistem peredaran darah. Ini termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke.

Seperti halnya penyakit berbahaya lainnya, penting untuk mengetahui gejalanya sejak dini. Banyak dari kita yang mengetahui beberapa gejala umum penyakit jantung yang menyerang dada, seperti nyeri dada dan sesak napas.

Namun, ada beberapa gejala lain yang mudah disalahartikan sebagai sesuatu yang tidak terlalu serius. Dikutip dari laman Express, Kamis (28/12/2023), ada empat gejala penyakit kardiovaskular yang bisa salah didiagnosis sebagai flu.

1. Kelelahan

British Heart Foundation (BHF) mencantumkan kelelahan ekstrem sebagai tanda gagal jantung dan kondisi terkait jantung lainnya. Profesor David Newby dari BHF mengatakan banyak pasiennya yang merasa lelah, baik menderita gagal jantung atau tidak, menderita angina atau tidak.

“Ini sulit karena gejalanya tidak spesifik,” ujarnya.

Harvard Medical School menjelaskan bahwa kelelahan yang terus-menerus terkadang juga dapat mengindikasikan gagal jantung (suatu kondisi di mana jantung tidak memompa dengan baik) atau penyakit arteri koroner. Namun, rasa lelah tidak selalu berarti ada yang tidak beres dengan jantung.

Kelelahan bisa menjadi alasan untuk begadang atau bekerja berjam-jam. BHF merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mulai mengalami kelelahan ekstrem kecuali gaya hidup Anda telah berubah.

2. Mual

Menurut Mayo Clinic di Amerika Serikat, mual bisa menjadi tanda penyakit arteri koroner. Namun, hal ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

“Wanita lebih mungkin mengalami gejala selain ketidaknyamanan payudara, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan ekstrem,” kata klinik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *