Terkuak Parfum Mumi Zaman Firaun, Bagaimana Aromanya?

oleh -51 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM Education – Sejak zaman firaun, penelitian tentang kehidupan manusia tidak pernah berhenti. Baru-baru ini, para peneliti menemukan bau manusia sejak piramida dibangun.

Penemuan ini merupakan hasil analisis komposisi balsam yang digunakan dalam mumifikasi Senetnai, seorang wanita bangsawan Mesir kuno yang meninggal sekitar 3500 tahun lalu. Balsemnya berbau lilin lebah, aspal, minyak sayur, dan damar pohon.

The New Scientist melaporkan Selasa 5 September 2023, para ilmuwan mencium produk yang digunakan dalam pembalseman. Teknologi ini menginformasikan praktik pemakaman Mesir kuno dan jalur perdagangan benda-benda umum.

Para peneliti termasuk Barbara Huber dari Institut Geoantropologi Max Planck Jerman menggunakan teknik canggih seperti kromatografi gas-spektrometri massa. Tujuannya untuk menganalisis sisa balsam di dua kotak berisi jenazah Senetnay selama proses pembalseman.

Patung Senetnay dikaitkan dengan firaun Amenhotep II. Bahkan, karena status sosialnya, ia dimakamkan di Lembah Para Raja dekat Luxor, Thebes. Berikut INFOKUTIM.COM rangkum temuan unik para ilmuwan yang mencium mumi seperti dilansir New Scientist dan New York Post.

Barbara Huber dari Max Planck Institute for Geoanthropology, komposisi kimia residu balsam ditemukan dalam dua toples berisi usus Senetnay selama proses pembalseman. Balsem tidak berbau ini terbuat dari “lilin lebah, minyak nabati, jagung, bitumen, resin Pinaceae, bahan balsamic dan damar atau resin pohon Pistacia.

Aroma mumi patung kuno yang terpelihara dengan baik itu diciptakan kembali dan dipajang pada musim gugur ini di Museum Moesgaard di Denmark, lapor Guardian, menyebutnya “Aroma Keabadian Sebuah kotak model bertuliskan Senetnay dipajang di Met. .

“Ini adalah balsam tertua dan paling kompleks yang diketahui dari periode awal,” kata para peneliti.

Hasil penelitian ini memungkinkan mereka mengetahui komposisi kimia balsam yang digunakan dalam mumifikasi Senetnai pada tahun 1450 SM. Diketahui juga bahwa berbagai parfum digunakan untuk mengharumkan orang sesuai dengan perannya dalam masyarakat.

William Tullett, seorang psikolog dan dosen di York, mengatakan: “Bagi hidung kita, aroma geranium yang hangat, resin, dan pinus mungkin mengingatkan kita pada pembersih, dan bau belerang dari aspal mungkin mengingatkan kita pada aspal.” Universitas.

“Namun bagi orang Mesir, bau ini memiliki arti lain terkait spiritualitas dan status sosial,” ujarnya. Kekacauan mayat yang terbungkus kain kafan warna-warni ditemukan di kuburan. Sampul warna-warni dari abad ke-10 hingga ke-15 di Amerika Selatan. Investigasi ini sedang berlangsung, INFOKUTIM.COM.co.id 27 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *