Ternyata, Ini Penyebab Seseorang Langsung Terdiagnosis Kanker Pankreas Stadium 4

oleh -29 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM, Jakarta Tak jarang seseorang langsung terdiagnosis kanker pankreas stadium 4. Penyakit ini tentu menimbulkan beban emosional bagi pasien dan keluarganya saat mereka memikirkan cara untuk mengobati dan menanganinya.

Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam, konsultan spesialis gastroenterologi dan hepatologi, mengungkap kemungkinan penyebab pasien kanker pankreas stadium akhir tiba-tiba terdiagnosis.

“Sebenarnya semua tentang pemeriksaan kesehatan. Karena kadang dia tidak dapat pemeriksaan kesehatan (MCU). Itupun kalau dapat pemeriksaan kesehatan. Kadang ada pelayanan yang tidak diikuti,” kata Ari saat dihubungi Media. Informasi Topik: Mendiagnosis Kanker Pankreas, ditulis Senin (1/8/2024).

“Misalnya, ada hal-hal abnormal lainnya, seperti kadar udara dalam darah yang tidak normal.” Faktor genetik dan tidak ada pemantauan MCU

Selain itu, yang terpenting adalah faktor genetik. Apakah orang tuanya menderita kanker atau tidak. Jika iya, Anda bisa melakukan pemeriksaan.

“Kalau orangtuanya mengidap kanker, perlu juga penelitian. Jadi perlu dilakukan pemantauan selama di MCU, tapi mungkin tidak terpantau,” jelasnya.

“Biasanya saya melihat pasien-pasien ini setelah hasil MCU menunjukkan 6 bulan, 9 bulan, setahun yang lalu. Kadang MCU sudah selesai, tapi perlu ada tindak lanjut. Nah, tidak ditindaklanjuti.”

Untuk memprediksi apakah itu tumor atau bukan, Ari Fahrial Syam mengatakan saat ini sudah ada pemeriksaan Medical Check Up (MCU) yang dilengkapi dengan tumor marker.

Tes penanda tumor merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kanker pada stadium dini. Penanda tumor adalah senyawa kimia atau metabolit yang dihasilkan oleh sel kanker tertentu yang beredar di dalam darah.

Senyawa ini menjadi penanda untuk mendeteksi keberadaan tumor.

“Saat ini beberapa pemeriksaan kesehatan dilengkapi dengan tes penanda tumor. Jadi CA 19-9 salah satunya untuk mendeteksi kanker pankreas,” kata Ari.

“Ada juga studi CEA untuk kolorektal, dan satu untuk liver. Itu metode yang bisa dilakukan untuk tumor marker. Kalau mau paket lengkap, ada CT scan. Tergantung paketnya (MCU). “

Ari Fahrial Syam mengakui gejala kanker pankreas bisa muncul tanpa gejala khusus. Biasanya gejala baru muncul saat kanker sudah memasuki stadium akhir.

Kalau ada gejala (artinya), sudah terlambat. Kalau pasien matanya kuning, berat badannya turun, artinya kanker pankreas, sudah terlambat, jelas Ari yang juga dekan fakultas kedokteran itu. Indonesia (FKUI).

Gejala umum kanker pankreas termasuk penyakit kuning, penurunan berat badan yang parah, gatal, nyeri, mual, muntah, diare, dan mulas. Sakit maag salah dengan Mag atau GERD

Kebanyakan kasus kanker pankreas terlambat terdiagnosis karena pasien mengira sakit maag yang dialaminya disebabkan oleh penyakit maag atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

“Jangan anggap remeh, sakit maag selama ini diibaratkan sebagai sakit maag. Sekali lagi, jangan anggap remeh sakit maag, padahal kecil kemungkinannya, sakit maag bisa berhubungan dengan kanker pankreas,” tegas Ari.

Ari Fahrial Syam menambahkan, banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker pankreas, antara lain usia, konsumsi tembakau dan alkohol, obesitas, pola makan tinggi lemak, dan faktor genetik.

Ia merekomendasikan agar orang-orang dengan berbagai faktor risiko menemui dokter dan menjalani tes setidaknya setahun sekali untuk mencegah penyakit yang lebih serius.

“Ya, karena angka kematian kanker pankreas tinggi jika baru ditemukan pada stadium lanjut yaitu 90 persen pada tahun pertama. Pada tahun 2020 ditemukan 57.600 kasus baru di Eropa, dimana 90 persen dari mereka yang meninggal biasanya ditemukan. tidak ada gejala, jelas Ari.

Meski demikian, Ari menegaskan, kanker pankreas bisa dicegah. Masyarakat dapat hidup sehat dengan tidak merokok dan minum minuman beralkohol, rutin berolahraga, dan tidak menjalani pola makan berlemak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *