Tingkatkan Pengembangan Pariwisata di Kutim, Dispar Gelar Bimtek Homestay dan Workshop Pembuatan Paket Produk Wisata

oleh -77 Dilihat
oleh

INFOKUTIM.COM

SANGATTA, Tingkatkan Pengembangan Pariwisata di Kutim, Dispar Gelar Bimtek Homestay dan Workshop Pembuatan Paket Produk Wisata – Dalam upaya pembangunan dan pengembangan sektor kepariwisataan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Pariwisata (Dispar) Kab. Kutim gelar bimbingan teknis (Bimtek) homestay dan workshop pembuatan paket produk wisata tahun 2023, dan di ikuti oleh puluhan para pelaku usaha kepariwisataan yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, Muara Wahau dan Bengalon.

Bimtek gelaran Dispar Kutim yang berlangsung dari tanggal 27 februari 2023 hingga 3 maret 2023 tersebut, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim DR. H Kasmidi Bulang, ST. MM., pagi tadi, Selasa (28/2/2023), di Hotel Royal Victoria Sangatta.

Wabup Kutim H Kasmidi Bulang, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kab. Kutim yang berada di dinas teknis, yakni Dispar dalam melaksanakan kegiatan dalam hal pelayanan terhadap kepariwisataan di Kutim.

“Atas nama pemerintah, saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pelaku usaha pariwisata di Kutim, yang sudah membangun tempat-tempat untuk orang bisa berlibur, rekreasi, beristirahat dan juga bisa menikmati suasana di tempat tersebut,” ucap Kasmidi.

Dengan adanya tempat-tempat rekreasi dan homestay, kata Kasmidi secara tidak langsung bisa sekaligus memperkenalkan daerahnya masing-masing dan akan berdampak positif bagi pariwisata di Kab. Kutim.

“Alhamdulillah, salah satu kegiatan yang sudah menjadi kegiatan nasional di Kab. Kutim salah satunya adalah pesta adat Lom Plai, yang merupakan Kearifan Masyarakat Dayak Wehea. Untuk itu Pemkab Kutim berencana akan mengundang bapak Mentri Pariwisata pada tanggal 2 mei 2023 mendatang,” ungkapnya.

Dan mungkin dengan adanya kegiatan itu para pelaku usaha kepariwisataan yang ada di Kutim bisa memanfaatkan momen tersebut, dengan melakukan trip untuk memperkenalkan daerahnya kepada para wisatawan baik lokal maupun asing untuk berkunjung ke tempatnya masing-masing.

“Kita mensupport kegiatan Lom Plai, tapi juga menjual prodak lain yang Kutim miliki, mungkin dikemas sedemikian rupa untuk memberikan informasi kepada wisatawan,” imbuhnya.

Terakhir Wabup mengajak kepada semua peserta yang hadir untuk berinteraksi kepada narasumber dengan memberikan masukan-masukan apa yang menjadi kendala dan apa yang sudah berkembang terhadap pariwisata di daerahnya masing-masing. Dengan harapan obyek wisata yang ada di daerahnya masing-masing dapat berkembang dan dapat memulihkan perekonomian masyarakat khususnya di daerahnya masing-masing dan Kutai Timur umumnya.

Sebelumnya Kepala Dispar Kutim Dr.H. Nurullah, M.Pd., mengatakan bahwa latar belakang dari kegiatan ini adalah dalam upaya pembangunan dan pengembangan kepariwisataan, yang membutuhkan dukungan semua pihak dan salah satunya adalah masyarakat.

“Masyarakat bersama-sama dengan pemerintah, kalangan pengusaha, swasta dan media diharapkan dapat bersinergi melaksanakan serta mendukung pembangunan kepariwisataan. Berhasil atau tidaknya kepariwisataan ini tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak,” kata Nurullah

Diungkapkannya di Kutai Timur ada salah satu unggulan destinasi wisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Disebutkannya dari 30 keunggulan destinasi wisata Provinsi Kaltim, salah satu atau tiga diantaranya adalah Pulau Miang yang berada di Kecamatan Sangkulirang, Teluk Lombok dan Teluk Perancis yang berada di Kecamatan Sangatta Selatan.

Tingkatkan Pengembangan Pariwisata di Kutim, Dispar Gelar Bimtek Homestay dan Workshop Pembuatan Paket Produk Wisata

“Tujuan dan sasaran dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta partisipasi masyarakat dalam pelayanan homestay dan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di daerah. Ada terdapat beberapa homestay yang sudah berkembang di Kutim diantaranya di Batu Putih, Pulau Miang, Pantai Sekrat dan beberapa daerah lainnya yang ada di Kutim,” sebutnya.

Lebih lanjut Nurullah, mengatakan selain bertujuan untuk meningkatkan peran serta partisipasi masyarakat dalam pelayanan homestay, tujuan lainnya juga penguatan produk dengan harapan produk-produk yang sudah dihasilkan seperti kuliner agar dapat benar-benar memenuhi standar regional, nasional maupun internasional, dengan sasaran kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Post Views: 36

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *